CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.566   37,00   0,21%
  • IDX 6.589   -88,86   -1,33%
  • KOMPAS100 866   -10,49   -1,20%
  • LQ45 656   -8,27   -1,25%
  • ISSI 230   -3,63   -1,55%
  • IDX30 365   -4,62   -1,25%
  • IDXHIDIV20 452   -4,51   -0,99%
  • IDX80 99   -1,12   -1,12%
  • IDXV30 126   -0,86   -0,68%
  • IDXQ30 117   -1,27   -1,08%

Pasar Saham Bergejolak, Nasabah Tajir Geser Investasi ke Aset Defensif


Jumat, 11 September 2026 / 05:29 WIB
Pasar Saham Bergejolak, Nasabah Tajir Geser Investasi ke Aset Defensif
ILUSTRASI. Teller menghitung uang di Hana Bank, Jakarta (KONTAN/Baihaki). Gejolak pasar saham membuat nasabah kaya lebih berhati-hati. Dana mulai mengalir ke tabungan, obligasi, SBN dan pasar uang.


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis wealth management perbankan tetap tumbuh di tengah gejolak pasar saham dan ketidakpastian ekonomi.

Namun, nasabah kaya kini cenderung lebih berhati-hati dengan meningkatkan simpanan dan memilih instrumen investasi yang dinilai lebih stabil.

Di PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), aset kelolaan atau assets under management (AUM) produk investasi wealth management tumbuh 10% secara tahunan hingga Juli 2026.

Baca Juga: Pasar Saham dan Rupiah Bergejolak, Waktunya Investor Rebalancing Portofolio

Pemimpin Divisi Wealth Management BNI Henny Eugenia mengatakan, nasabah mulai mengambil sikap lebih konservatif dengan masuk ke pasar secara bertahap sembari menunggu kondisi membaik.

"Kehati-hatian ini terlihat dari tabungan nasabah dengan saldo di atas Rp 1 miliar yang tumbuh 18% secara tahunan," kata Henny, Kamis (10/9/2026).

Menurut Henny, gejolak pasar global juga mendorong sebagian nasabah mengalihkan pilihan investasi ke instrumen yang relatif lebih stabil, termasuk obligasi. Hal ini tercermin dari tingginya minat terhadap penjualan Surat Berharga Negara (SBN).

Pertumbuhan AUM BNI terutama ditopang segmen nasabah private. Dana kelolaan dari segmen ini tumbuh 21% secara tahunan, sementara jumlah nasabahnya meningkat 9%.

Tren serupa terlihat di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Executive Vice President Wealth Management BCA Indrawan B. mengatakan, tekanan di pasar saham belum menyebabkan perubahan besar pada komposisi portofolio nasabah.

Baca Juga: BI Menahan Suku Bunga Acuan 4,75%, Cek Efeknya ke Pasar Saham dan Dana Asing

Pasalnya, sejak awal karakter nasabah BCA cenderung konservatif. Portofolio mereka lebih banyak ditempatkan pada obligasi, sementara investasi reksadana didominasi produk pasar uang.

"Perpindahan dana dari saham ke aset defensif belum terlalu terlihat karena eksposur nasabah terhadap aset berbasis ekuitas memang relatif terbatas," ujar Indrawan.

Meski demikian, bisnis wealth management BCA terus mencatat pertumbuhan. AUM mencapai Rp339 triliun per Juni 2026, naik 16% secara tahunan. Nilai tersebut meningkat signifikan dibandingkan Rp139 triliun pada 2022.

Preferensi investor makin beragam

Sementara itu, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) melihat preferensi investasi nasabah semakin beragam berdasarkan profil dan usia.

Nasabah mapan cenderung memilih instrumen dengan imbal hasil yang lebih stabil dan terukur, seperti deposito dan obligasi.

Sebaliknya, investor muda mulai menunjukkan minat lebih besar terhadap reksadana dan saham, terutama kelompok investor berusia di bawah 25 tahun.

Direktur Consumer & Emerging Business Banking CIMB Niaga Noviady Wahyudi mengatakan, bank tengah mengembangkan ekosistem investasi dalam satu platform untuk mengakomodasi kebutuhan nasabah tersebut.

Baca Juga: Tak Hanya Suku Bunga, Pasar Saham Ditentukan Kredibilitas BI Jaga Stabilitas Rupiah

CIMB Niaga juga menjajaki kerja sama dengan perusahaan sekuritas. Ke depan, berbagai aset investasi nasabah, mulai dari asuransi, asset management, saham hingga emas, akan diintegrasikan agar dapat dipantau melalui satu platform.

"Berbagai aset nasabah akan diintegrasikan agar dapat dipantau dalam satu platform," ujar Noviady.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×