Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) tak mengubah target pertumbuhan kredit dalam rencana bisnis bank (RBB) untuk 2026 di kisaran 8%–10%. Meski, realisasi terkini telah melebihi target.
Hingga Juli 2026, total kredit dan pembiayaan konsolidasian BTN berhasil tumbuh 11,88% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp 421,66 triliun.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menjelaskan, tingginya realisasi penyaluran kredit BTN lebih disebabkan oleh akuisisi portofolio kredit pensiunan SMBC Indonesia yang dilakukan pada Juni 2026 lalu.
Baca Juga: Nasabah Wealth Management Makin Konservatif, Obligasi dan Pasar Uang Jadi Pilihan
Kendati sudah melebihi target, pihaknya tak berencana mengubah target hingga akhir tahun nanti. Alih-alih, bank bakal lebih selektif menyalurkan kredit di sejumlah segmen ke depannya sehingga pertumbuhannya tetap di dalam target yang ditentukan.
“Kami sebenarnya mengembalikan ke RKP (rencana kerja perusahaan) awal saja, 8%–10%, ya kalaupun lebih mungkin di 10,1% atau 10,2%, enggak akan lebih,” ujar Nixon dalam Public Expose Live 2026 di Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Lagipula, lanjut Nixon, sejatinya pertumbuhan KPR secara industri memang masih lesu.
Sebagai gambaran, Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran KPR per Juli 2026 hanya tumbuh 4,3% yoy. Nixon bilang perlambatan pertumbuhan utamanya terjadi di segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dan terjadi khususnya di daerah tertentu.
Dari situ, Nixon bilang akan lebih baik jika target BTN tak dipatok melebihi tren industri perumahan sebagai bisnis utama bank.
“Memang kalau kita lihat pertumbuhan KPR, terutama yang MBR, memang lebih slow, pembangunan maupun pembelian rumah. Jadi kita enggak berani membuat target melebihi tren yang terjadi di industri perumahan. Apalagi sisi supply-nya juga masih pelan ya, terutama di daerah Jawa Barat. Ada beberapa persoalan perizinan dan sebagainya, itu yang menyebabkan kami juga tetap memasang angka 8%–10%,” tukas Nixon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














