kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.513   -17,00   -0,10%
  • IDX 6.739   -119,89   -1,75%
  • KOMPAS100 897   -18,57   -2,03%
  • LQ45 660   -10,02   -1,50%
  • ISSI 244   -4,06   -1,64%
  • IDX30 373   -4,09   -1,09%
  • IDXHIDIV20 456   -5,27   -1,14%
  • IDX80 102   -1,73   -1,67%
  • IDXV30 130   -1,93   -1,46%
  • IDXQ30 119   -0,98   -0,81%

Password sekali pakai dikirim ke WhatsApp, Telegram dan Line, bagaimana keamanannya?


Selasa, 11 Agustus 2020 / 08:14 WIB
ILUSTRASI. Penggunaan Digital Banking Meningkat: Penggunaan perbankan digital untuk berbelanja, Selasa (14/4). Pandemi virus corona mendorong peningkatan transaksi perbankan digital. Hal tersebut karena sebagian besar masyarakat memilih untuk tinggal di rumah untuk


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Salah satu pelindung keamanan, saat  bertransaksi digital finansial menjalankan transaksi online lain, masyarakat mendapatkan kiriman  one-tiime password atau  OTP.  Lalu memasukkan OTP itu untuk menyelesaikan transaksi. 

Tujuannya  menjaga pemilik akun dari masalah, seperti pencurian dan penyalahgunaan atas akun. 

Kode OTP tersebut dikirim melalui SMS kepada nomor yang didaftarkan pemilik akun. Namun belakangan beberapa e-commerce dan perbankan nasional mengalihkan pengiriman kode OTP tersebut melalui platform over the top (OTT). Sebut saja seperti Telegram, Line dan WhatsApp.

Nah bagaimana keamanan pengiriman OTP itu melalui OTT? Mengingat selama ini SMS boleh dibilang relatif paling aman. Chief Executive Officer (CEO) dan Chief  Digital Forensic Indonesia, Ruby Zukri Alamsyah angkat bicara. 




TERBARU

[X]
×