Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memproyeksikan penerbitan surat utang multifinance berpeluang tetap aktif hingga akhir 2026.
Fixed Income Analyst Pefindo Ahmad Nasrudin mengatakan hal itu dipicu kebutuhan refinancing yang masih besar bagi multifinance.
Selain itu, Ahmad menerangkan nilai jatuh tempo surat utang multifinance juga terbilang besar tahun ini. Adapun total jatuh tempo surat utang multifinance tahun ini mencapai Rp 33,93 triliun.
Beban terbesar berada pada kuartal III-2026 sebesar Rp 13,68 triliun, disusul kuartal II-2026 sebesar Rp 7,01 triliun, serta kuartal IV-2026 sebesar Rp 4,05 triliun.
Baca Juga: WOM Finance Catat Pembiayaan Investasi Rp 130 Miliar pada Kuartal I-2026
"Kondisi itu memberi alasan kuat bagi multifinance untuk tetap masuk pasar," ujarnya kepada Kontan, Rabu (22/4/2026).
Namun, Ahmad menilai penerbitan kemungkinan tidak akan terlalu agresif untuk ekspansi.
Dia menuturkan pipeline sektor pembiayaan konsumtif hingga otomotif tercatat Rp 11,00 triliun dari enam perusahaan. Angka itu menunjukkan minat penerbitan masih ada, tetapi pasar akan selektif.
"Dengan demikian, perusahaan akan menimbang biaya kupon, kebutuhan refinancing, dan pertumbuhan pembiayaan baru," tuturnya.
Jadi, Ahmad memperkirakan penerbitan multifinance tidak terlihat sepi. Namun, penerbitan juga belum sepenuhnya ekspansif. Dia menilai pasar kemungkinan tetap aktif, tetapi lebih selektif dan bergantung pada momentum yield juga.
Baca Juga: Yield Obligasi dalam Tren Naik, Multifinance Pilih Selektif Rilis Surat Utang Baru
"Jika yield naik lebih lanjut, multifinance dapat memilih tenor lebih pendek, menerbitkan secara bertahap, atau menunda transaksi sampai pricing lebih baik," kata Ahmad.
Sebagai informasi, Pefindo mencatat, penerbitan surat utang multifinance pada kuartal I-2026 mencapai Rp 11,90 triliun. Nilainya naik 42,7%, jika dibandingkan pencapaian pada kuartal I-2025 yang sebesar Rp 8,34 triliun.
Dari total penerbitan surat utang korporasi yang sebesar Rp 59,35 triliun pada kuartal I-2026, multifinance menyumbang sekitar 20,1%.
Adapun angka pada kuartal I-2026 juga sudah setara 31,2% dari total penerbitan multifinance sepanjang 2025 yang sebesar Rp 38,18 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












