Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Literasi keuangan masyarakat Indonesia masih tergolong rendah meski menunjukkan tren peningkatan. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 mencatat indeks literasi keuangan sebesar 66,46%, sementara indeks inklusi keuangan telah mencapai 80,51%.
Kesenjangan ini menandakan bahwa banyak masyarakat sudah menggunakan layanan keuangan, tetapi belum memahami cara mengelolanya dengan baik. Kondisi tersebut berisiko memicu berbagai persoalan, mulai dari pengelolaan utang yang tidak sehat hingga kerentanan terhadap penipuan dan investasi ilegal.
Dalam situasi ini, peran semua pihak menjadi penting, terutama lembaga keuangan. Selain menyediakan produk, lembaga keuangan juga berperan sebagai agen edukasi yang dapat meningkatkan pemahaman masyarakat melalui program literasi yang berkelanjutan.
Baca Juga: IFG Life Bayar Klaim Polis Eks-Jiwasraya Rp 7,5 Triliun Tahun 2026
Menyadari hal itu, PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat Indonesia lewat berbagai program edukasi keuangan yang menyasar beragam segmen masyarakat.
Terbaru, IFG Life bersama PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Mandiri Inhealth) memperkuat literasi keuangan generasi muda melalui program “Melek Finansial: Cerdas Ngatur Duit, Pahami Dunia Kerja dari Sekarang”. Kegiatan tersebut digelar di Fakultas MIPA, Departemen Statistika Universitas Padjadjaran pada 22 April 2026 dan diikuti sekitar 120 mahasiswa
Program tersebut dirancang sebagai sarana pembelajaran interaktif untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman pengelolaan keuangan pribadi sekaligus kesiapan memasuki dunia kerja.
Dalam kegiatan ini, IFG Life dan Mandiri Inhealth, bersama DPLK IFG Life serta Bahana TCW Investment Management, memberikan edukasi mulai dari pengelolaan keuangan, risiko pinjaman online ilegal, asuransi jiwa dan kesehatan, perencanaan pensiun, hingga strategi investasi.
Baca Juga: Bancassurance Industri Turun 4,2%, IFG Life Masih Andalkan Kanal Bancassurance
“Edukasi ini penting agar mahasiswa tidak hanya siap secara akademis, tetapi juga memiliki kesiapan finansial dan pemahaman risiko sejak dini,” kata Corporate Secretary IFG Life Gatot Haryadi dalam keterangannya, Sabtu (25/4/4046).
Sementara itu, Direktur Kepatuhan merangkap Plt Direktur Utama Mandiri Inhealth Marihot H. Tambunan menilai mahasiswa memiliki potensi besar untuk berkarier di bidang aktuaria, analisis risiko, hingga sektor keuangan yang kian berkembang.
Sebagai bagian dari kegiatan, Mandiri Inhealth juga menyediakan fasilitas tempat sampah pilah serta layanan mini medical check-up gratis bagi peserta.
Melalui program ini, IFG Life dan Mandiri Inhealth berharap dapat mendorong generasi muda lebih siap secara finansial dan profesional, sekaligus meningkatkan pemahaman pentingnya perlindungan di setiap tahap kehidupan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













