kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   -18.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.741   18,00   0,10%
  • IDX 6.406   -95,98   -1,48%
  • KOMPAS100 833   -14,48   -1,71%
  • LQ45 633   -9,40   -1,46%
  • ISSI 225   -3,43   -1,50%
  • IDX30 354   -4,60   -1,28%
  • IDXHIDIV20 432   -4,21   -0,97%
  • IDX80 95   -1,63   -1,69%
  • IDXV30 120   -1,45   -1,19%
  • IDXQ30 113   -1,10   -0,97%

Pefindo Sebut Masih Ada Multifinance yang Terbitkan Surat Utang pada Semester II-2026


Rabu, 26 Agustus 2026 / 18:41 WIB
Diperbarui Rabu, 26 Agustus 2026 / 19:02 WIB
Pefindo Sebut Masih Ada Multifinance yang Terbitkan Surat Utang pada Semester II-2026
ILUSTRASI. Pefindo sebut masih ada multifinance yang menerbitkan surat utang pada semester II-2026, tepatnya ada 3 multifinane, rencana penerbitan Rp 2,75 T. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyampaikan masih terdapat multifinance yang berencana menerbitkan surat utang pada Semester II-2026. Fixed Income Analyst Pefindo, Ahmad Nasrudin mengatakan berdasarkan data mandat pemeringkatan terbaru yang diberikan, saat ini terdapat 3 perusahaan multifinance dengan rencana penerbitan sekitar Rp 2,75 triliun. 

Secara rinci, dia bilang angka tersebut terdiri atas dua perusahaan pembiayaan konsumtif otomotif dengan total Rp 2,50 triliun.

"Selain itu, ada 1 perusahaan pembiayaan konsumtif nonotomotif sebesar Rp 250 miliar," katanya kepada Kontan, Selasa (25/8/2026).

Ahmad menuturkan nilai tersebut masih relatif kecil dibandingkan kebutuhan jatuh tempo semester II-2026 yang mencapai Rp 17,73 triliun. Nilai rencana penerbitan sejauh ini baru setara 15,5%. 

Dia bilang tekanan refinancing utamanya terkonsentrasi pada kuartal III-2026, dengan nilai jatuh tempo Rp 13,68 triliun atau porsinya 77% dari keseluruhan jatuh tempo Semester II-2026. 

Baca Juga: Pefindo: Masih Ada Rencana Penerbitan Obligasi Multifinance pada Semester II-2026

"Hal itu membuka ruang bagi munculnya mandat tambahan, tetapi juga sebagian kebutuhan dapat dipenuhi melalui pinjaman perbankan atau sumber dana internal," ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut, Ahmad menjelaskan perlambatan penerbitan surat utang multifinance secara tahunan masih berpeluang berlanjut hingga akhir 2026, meskipun aktivitas pada semester II-2026 dapat meningkat dibandingkan beberapa bulan terakhir karena kebutuhan refinancing. 

Oleh karena itu, Ahmad memperkirakan penerbitan surat utang multifinance pada Semester II-2026 tetap berjalan, tetapi lebih selektif dan terkonsentrasi. 

"Khususnya, untuk refinancing dan pada issuer dengan profil kredit yang kuat. Perlambatan secara tahunan kemungkinan masih berlanjut, kecuali terjadi penurunan biaya pendanaan yang cukup signifikan atau masuknya sejumlah mandat penerbitan baru dalam skala besar," ucap Ahmad.

Sebagai informasi, Pefindo mencatat, penerbitan surat utang multifinance mencapai Rp 14,57 triliun per Juli 2026. Nilainya turun 41,8%, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 25,03 triliun. 

Baca Juga: Kenaikan BI Rate dan Yield Berpotensi Pengaruhi Penerbitan Obligasi Multifinance

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×