Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyampaikan masih terdapat rencana penerbitan obligasi multifinance pada Semester II-2026. Namun, Fixed Income Analyst Pefindo, Ahmad Nasrudin mengatakan skalanya tampak lebih terbatas, dibandingkan dengan kebutuhan jatuh tempo industri.
Berdasarkan mandat yang diterima Pefindo per 30 Juni 2026, Ahmad menerangkan sektor pembiayaan konsumtif dan otomotif memiliki rencana penerbitan sebesar Rp 4,5 triliun dari 4 perusahaan multifinance.
"Nilai itu setara dengan sekitar 8,9% dari total mandat Pefindo yang sebesar Rp 50,82 triliun," katanya kepada Kontan, Senin (6/7/2026).
Ahmad menjelaskan obligasi multifinance yang jatuh tempo sepanjang 2026 mencapai Rp 33,93 triliun, sedangkan jatuh tempo pada Semester II-2026 masih sekitar Rp 17,73 triliun. Artinya, dia bilang rencana penerbitan yang sudah masuk dalam mandat Pefindo belum sepenuhnya menutup kebutuhan refinancing Semester II-2026.
Baca Juga: Pefindo Sebut Rata-rata Kupon Penerbitan Obligasi pada Semester I-2026 Lebih Rendah
"Hal itu membuka kemungkinan adanya penerbitan tambahan di luar mandat yang tercatat, penggunaan fasilitas pinjaman bank, atau pemanfaatan sumber pendanaan internal," ucapnya.
Namun, Ahmad menilai penerbitan obligasi pada Semester II-2026 kemungkinan akan lebih disiplin. Dia berpendapat perusahaan dengan profil kredit kuat lebih berpeluang masuk pasar, karena investor akan lebih sensitif terhadap risiko saat suku bunga tinggi.
"Bagi issuer dengan biaya dana lebih tinggi, penerbitan dapat ditunda atau tenornya disesuaikan agar beban kupon tidak terlalu menekan profitabilitas," tuturnya.
Baca Juga: Rupiah Melemah, PEFINDO Nilai Risiko Utang Valas Multifinance Masih Terkendali
Sebagai catatan, Ahmad menerangkan mandat tidak bersifat tetap dan bersifat dinamis setiap bulan. Artinya, dia menyebut nominal rencana penerbitan dari mandat yang diterima Pefindo bisa bertambah atau berkurang, seiring dengan adanya rencana emiten baru atau surat utang yang telah terbit.
Sementara itu, Pefindo menyebut laju penerbitan surat utang multifinance terbilang melambat pada tahun ini, dibandingkan tahun sebelumnya. Ahmad menerangkan hal tersebut dilihat dari nilai penerbitan surat utang multifinance hingga Juni 2026 yang tercatat sebesar Rp 12,93 triliun.
Dia mengatakan angka itu masih jauh di bawah realisasi penuh pada 2025 yang sebesar Rp 38,18 triliun. Jika angka Semester I-2026 disetahunkan secara sederhana, nilainya menjadi sekitar Rp 25,86 triliun, atau lebih rendah sekitar 32,3% dibandingkan dengan realisasi penuh 2025.
Baca Juga: Pefindo Proyeksikan Penerbitan Surat Utang Multifinance Tetap Aktif hingga Akhir 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














