kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.933   47,00   0,26%
  • IDX 6.031   -115,44   -1,88%
  • KOMPAS100 775   -16,68   -2,11%
  • LQ45 594   -12,08   -1,99%
  • ISSI 211   -3,62   -1,69%
  • IDX30 330   -5,56   -1,66%
  • IDXHIDIV20 422   -7,90   -1,84%
  • IDX80 89   -1,90   -2,10%
  • IDXV30 116   -1,38   -1,18%
  • IDXQ30 108   -1,77   -1,61%

Pegadaian Berharap Pembentukan IBMA Bisa Jadi Wadah Penguatan Industri Bullion


Kamis, 08 Oktober 2026 / 15:10 WIB
Pegadaian Berharap Pembentukan IBMA Bisa Jadi Wadah Penguatan Industri Bullion
ILUSTRASI. Peresmian mitra layanan penukaran uang BI Tegal dengan Pegadaian (ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pegadaian menilai terbentuknya Indonesia Bullion Market Association (IBMA) bisa memperkuat ekosistem industri bullion emas di Indonesia.

Sebagai informasi, IBMA resmi diluncurkan pada Kamis (20/8/26) dengan anggotanya berasal dari berbagai bidang usaha, mulai dari pertambangan emas dan manufaktur, pengolahan bijih, perdagangan emas batangan (bullion dealer), hingga perusahaan pembiayaan dan lembaga keuangan non-bank.

Saat ini, terdapat 11 anggota yang sudah bergabung di dalam IBMA yakni PT Pegadaian, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), PT Hartadinata Abadi Tbk, UBS Gold, PT Amman Mineral Internasional Tbk, Galeri 24, Brinks Solution Indonesia, ICDX Group, PT Central Mega Kencana, PT Sentral Kreasi Kencana, serta PT Laku Emas Indonesia.

Baca Juga: Terkontraksi 2,99%, Laba Fintech Lending Capai Rp 1,58 Triliun per Agustus 2026

Kepala Divisi Bisnis Bullion PT Pegadaian Kadek Eva Suputra mengatakan pembentukan asosiasi ini diharapkan bisa menjadi wadah bagi pelaku industri untuk menyampaikan aspirasi dan masukan kepada regulator terkait perkembangan pasar bullion.

"Harapannya, melalui IBMA kita bisa menjadi voice of industry kepada regulator sehingga kita bisa menyampaikan kepada regulator bagaimana seharusnya kegiatan yang ada di market kita," ujarnya saat ditemui langsung di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (8/10/26).

Dengan demikian, regulator diharapkan bisa merumuskan kebijakan yang tepat bagi ekosistem bullion guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Di samping itu, Kadek menilai penguatan bullion tidak hanya membutuhkan peran pelaku usaha saja. Namun, kolaborasi antarpelaku industri dari sisi hulu hingga hilir juga penting dilakukan agar ekosistem bullion bisa bertumbuh.

Dalam upaya memperkuat ekosistem bullion, Pegadaian sendiri terbuka terhadap peluang kerja sama dengan berbagai lembaga dan perusahaan.

"Baik itu dengan tambang, dengan manufaktur, dengan refinery, dengan perusahaan-perusahaan digital, dengan perbankan, dan juga perusahaan-perusahaan retail yang memang mengakses ke masyarakat," ujarnya.

Adapun dari sisi kinerja, saat ini Kadek mengungkapkan bahwa kinerja bullion di Pegadaian bisa terlihat dari aplikasi Tring! by Pegadaian.

Sejak diluncurkan pada tahun lalu, aplikasi ini sudah mencatatkan lebih dari 7 juta pengguna serta saldo emas yang dimiliki pengguna tercatat telah mencapai lebih dari 20 ton.

Baca Juga: OJK Siapkan Aturan Baru, Fintech Lending Perlu Bentuk Pooling Funds

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×