kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Pelaku Usaha Cenderung Tahan Ekspansi, Kebutuhan Pembiayaan Modal Kerja Masih Tinggi


Minggu, 14 Juni 2026 / 15:09 WIB
Pelaku Usaha Cenderung Tahan Ekspansi, Kebutuhan Pembiayaan Modal Kerja Masih Tinggi
ILUSTRASI. Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman (KONTAN/Ferry Saputra)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan investasi sebesar Rp167,75 triliun atau turun 2,05% , sedangkan pembiayaan modal kerja naik 10,64% menjadi Rp55,22 triliun per April 2026.

Presiden Direktur PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF), Ristiawan Suherman, menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaku usaha saat ini lebih fokus menjaga kelangsungan operasional bisnis dibandingkan melakukan ekspansi usaha secara agresif.

Menurutnya, kebutuhan pembiayaan modal kerja masih tumbuh kuat karena perusahaan membutuhkan likuiditas yang memadai untuk menopang aktivitas usaha sehari-hari.

"Pelaku usaha saat ini membutuhkan likuiditas harian yang cukup besar untuk menjaga ritme produksi, mengamankan rantai pasok, dan memastikan arus kas tetap sehat di tengah fluktuasi pasar," ujarnya kepada Kontan, Jumat (14/6/2026).

Baca Juga: BI Rate Naik Jadi 5,25%, CNAF Waspadai Kenaikan Biaya Pendanaan

Namun, kontraksi pembiayaan investasi mengindikasikan bahwa pelaku usaha saat ini lebih berhati-hati dalam merealisasikan rencana ekspansi bisnis. Menurutnya, banyak perusahaan masih menunggu momentum ekonomi yang lebih stabil dan kondusif sebelum memutuskan untuk melakukan investasi baru.

Di CNAF sendiri, kondisi dan kinerja pembiayaan investasi dan modal kerja berbeda dari data OJK tersebut.

Hingga Mei 2026, piutang pembiayaan investasi CNAF tumbuh positif sebesar 57% secara tahuan dengan nilai mencapai Rp1,24 miliar. Sementara itu, pembiayaan modal kerja terkontraksi 11% dengan nilai Rp878 miliar.

Baca Juga: CNAF Salurkan Pembiayaan Modal Kerja Rp 223 Miliar hingga Maret 2026

Kata Ristiawan, perbedaan ini mencerminkan strategi perusahaan yang lebih mengedepankan kualitas portofolio melalui penyaluran pembiayaan yang lebih selektif serta berorientasi pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

Untuk sisa tahun ini, Ristiawan memperkirakan permintaan pembiayaan produktif masih akan tetap terjaga, meski perusahaan akan lebih selektif dalam menyalurkan pembiayaan.

Di samping itu, mereka akan mengoptimallkan pembiayaan pada segmen dan sektor usaha yang lebih resilien seraya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas pembiayaan.

Baca Juga: CNAF Genjot Digitalisasi dan Penetrasi Pasar untuk Dorong Pembiayaan Modal Kerja  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×