kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.788   -27,00   -0,16%
  • IDX 8.047   124,64   1,57%
  • KOMPAS100 1.125   17,17   1,55%
  • LQ45 818   11,50   1,43%
  • ISSI 285   7,00   2,51%
  • IDX30 428   7,34   1,74%
  • IDXHIDIV20 512   6,96   1,38%
  • IDX80 126   2,25   1,82%
  • IDXV30 139   3,97   2,93%
  • IDXQ30 139   1,35   0,99%

Pemanfaatan hedging valas call spread belum optimal


Senin, 19 Februari 2018 / 18:53 WIB
Pemanfaatan hedging valas call spread belum optimal
ILUSTRASI. Mata Uang Rupiah dan Dollar Amerika


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat, pemanfaatan produk hedging valuta asing jenis call spread masih belum optimal. Meski BI telah mengizinkan korporasi melakukan strategi call spread hedging sejak Agustus 2017 lalu, keterlibatan korporasi diperkirakan baru meningkat setelah keluar aturan kewajiban mengenai kolateral kas.

Nanang Hendarsah, Kepala Departemen Pendalaman Pasar Keuangan BI bilang, jika aturan mengenai kewajiban ini sudah disesuaikan diperkirakan akan meningkatkan transaksi lindung nilai valuta asing.

"Karena biaya produk ini jauh lebih efisien, sementara permintaannya masih cukup besar," kata Nanang kepada kontan.co.id, Senin (19/2).

Saat ini, menurut Nanang, banyak korporasi di Indonesia yang melakukan lindung nilai call spread di perbankan luar negeri. Beberapa bank di luar negeri gencar menawarkan produk ini.

Sejauh ini transaksi call spread sudah dilakukan oleh beberapa korporasi namun belum mencapai jumlah yang diharapkan. Meski demikian, volume pasar valas domestik terus meningkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×