kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Pemanfaatan hedging valas call spread belum optimal


Senin, 19 Februari 2018 / 18:53 WIB
ILUSTRASI. Mata Uang Rupiah dan Dollar Amerika


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat, pemanfaatan produk hedging valuta asing jenis call spread masih belum optimal. Meski BI telah mengizinkan korporasi melakukan strategi call spread hedging sejak Agustus 2017 lalu, keterlibatan korporasi diperkirakan baru meningkat setelah keluar aturan kewajiban mengenai kolateral kas.

Nanang Hendarsah, Kepala Departemen Pendalaman Pasar Keuangan BI bilang, jika aturan mengenai kewajiban ini sudah disesuaikan diperkirakan akan meningkatkan transaksi lindung nilai valuta asing.

"Karena biaya produk ini jauh lebih efisien, sementara permintaannya masih cukup besar," kata Nanang kepada kontan.co.id, Senin (19/2).

Saat ini, menurut Nanang, banyak korporasi di Indonesia yang melakukan lindung nilai call spread di perbankan luar negeri. Beberapa bank di luar negeri gencar menawarkan produk ini.

Sejauh ini transaksi call spread sudah dilakukan oleh beberapa korporasi namun belum mencapai jumlah yang diharapkan. Meski demikian, volume pasar valas domestik terus meningkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×