Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menargetkan pertumbuhan piutang pembiayaan lebih konservatif pada 2026, yaitu 3% secara Year on Year (YoY). Untuk mencapai target itu, CNAF akan menerapkan sejumlah strategi.
Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan pihaknya akan melakukan aktivitas pembiayaan yang lebih agresif untuk menawarkan produk CNAF kepada nasabah induk usaha, yakni Bank CIMB Niaga.
"Di samping itu, diversifikasi produk terus didorong untuk menunjang strategi tersebut," ujarnya kepada Kontan, Minggu (8/2/2026).
Mengenai kinerja pada akhir 2025, Ristiawan mengungkapkan CNAF mencatat total piutang pembiayaan sebesar Rp 10,3 triliun. Nilainya tumbuh 3%, jika dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp 10,05 triliun.
Baca Juga: CIMB Niaga Auto Finance Salurkan Pembiayaan Multiguna Rp 7,58 Triliun Sepanjang 2025
"Piutang pembiayaan CNAF pada 2025 dapat dikatakan tumbuh moderat. Hal itu juga sejalan dengan kondisi market yang cukup menantang," tuturnya.
Sementara itu, Ristiawan menerangkan terdapat juga sejumlah peluang yang bisa dimanfaatkan multifinance untuk meningkatkan pertumbuhan piutang pembiayaan pada tahun ini. Dia bilang salah satunya adalah mengoptimalkan pembiayaan dana tunai untuk segmen nasabah produktif.
"Hal itu bisa menjadi peluang, seiring belum kembali menggeliatnya prediksi penjualan kendaraan bermotor di Indonesia, mengacu terhadap target konservatif yang ditetapkan oleh beberapa Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) untuk 2026," katanya.
Baca Juga: CIMB Niaga Auto Finance Terbitkan Sukuk Mencapai Rp 3,1 Triliun pada 2025
Ristiawan menyampaikan pembiayaan dana tunai juga memiliki tantangan yang akan meningkatkan tingkat risiko atau Non Performing Loan (NPL), jika fundamental ekonomi negara, yaitu daya beli masyarakat menengah ke bawah tidak bisa segera meningkat.
Sebagai informasi, data OJK mencatat, piutang pembiayaan industri multifinance hanya tumbuh tipis sebesar 0,61% YoY, dengan nilai mencapai Rp 506,5 triliun pada akhir 2025.
Selanjutnya: Ada Wacana Pengalihan Wewenang Impor Bungkil Kedelai, Ini Dampaknya ke Emiten Poultry
Menarik Dibaca: 7 Manfaat Sukun yang Tersembunyi untuk Pencernaan hingga Kekebalan Tubuh
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













