Reporter: Ferry Saputra | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater perusahaan pembiayaan masih menunjukkan pertumbuhan signifikan per Januari 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengatakan penyaluran pembiayaan BNPL perusahaan pembiayaan sebesar Rp 12,18 triliun per Januari 2026.
"Adapun BNPL perusahaan pembiayaan tumbuh 71,13% secara Year on Year (YoY)," ucapnya dalam konferensi resmi RDK OJK, Selasa (3/3/2026).
Baca Juga: Piutang Multifinance Tembus Rp 508,27 Triliun, NPF Naik pada Januari 2026
Jika dilihat pertumbuhan pembiayaan BNPL per Januari 2026 tercatat melambat sedikit, jika dibandingkan posisi per Desember 2025. Adapun pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan tumbuh sebesar 75,05% YoY menjadi Rp 11,94 triliun per Desember 2025.
Adapun pertumbuhan pembiayaan BNPL perusahaan pembiayaan per Desember 2025 tercatat meningkat, jika dibandingkan posisi per November 2025. Adapun pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan tumbuh sebesar 68,61% YoY menjadi Rp 11,24 triliun per November 2025.
Sementara itu, Agusman menyampaikan Non Performing Financing (NPF) gross BNPL perusahaan pembiayaan tercatat masih terjaga. Dia menyebut NPF gross BNPL perusahaan pembiayaan per Januari 2026 sebesar 2,77%, atau angkanya meningkat atau memburuk dari posisi per Desember 2025 yang sebesar 2,73%.
Baca Juga: OJK Cermati Tiga Dampak Ketegangan Geopolitik Global
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













