Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja anak usaha Bank Rakyat Indonesia (BRI) beragam pada paruh pertama tahun ini. Satu-satunya yang berhasil mencetak pertumbuhan laba adalah Pegadaian, sementara Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Bank Raya terpantau susut labanya.
Hingga Juni 2026, PT Pegadaian mengantongi laba bersih sebesar Rp 6,59 triliun, melesat 84,6% secara tahunan (year-on-year/yoy). Jika ditelisik, ini sejalan dengan lonjakan pendapatan usaha sebesar 79,2% yoy menjadi Rp 67,26 triliun.
Penjualan emas masih mendominasi capaian tersebut, dengan catatan pendapatan sebesar Rp 48,23 triliun atau terbang 93,79% yoy. Adapun pendapatan sewa modal dan administrasi mencapai Rp 18,4 triliun atau tumbuh 50,08% yoy.
Baca Juga: BTN Jadi Penyalur Terbesar dalam Akad Massal KPR Subsidi
Sejalan dengan itu, aset perusahaan gadai pelat merah ini juga tumbuh subur menjadi Rp 186,33 triliun, naik 51,43% yoy. Itu sejalan dengan pertumbuhan pinjaman yang diberikan sebesar 52,76% yoy menjadi Rp 155,08 triliun.
Namun nasib PT PNM tak sejalan. Dalam periode yang sama, laba bersihnya susut 32,47% yoy menjadi Rp 595,07 miliar.
Tak heran, pendapatan bunga dan syariah bersih PNM terkoreksi 5,3% yoy menjadi Rp 6,03 triliun. Pun, pendapatan jasa giro, dividen, dan bunga deposito berjangka susut 48,68% yoy menjadi Rp 17,67 miliar.
Namun, meski komposisinya masih terbilang kecil, sejatinya pendapatan jasa konsultasi manajemen dan pendapatan kegiatan manajer investasi masih tumbuh masing-masing sebesar 86,91% yoy menjadi Rp 40,23 miliar dan 19,9% yoy menjadi Rp 23,27 miliar.
Aset PNM masih berhasil tumbuh 2,7% yoy menjadi Rp 57,57 triliun. Itu ditopang pertumbuhan nilai pinjaman bersih sebesar 2% yoy menjadi Rp 46,46 triliun.
Tak jauh berbeda, PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) juga susut laba bersihnya menjadi Rp 12,01 miliar. Padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya, bank digital ini masih berhasil mencetak laba sebesar Rp 32,93 triliun.
Kendati begitu, penyaluran kredit digital Bank Raya masih berhasil tumbuh 22,6% yoy mencapai Rp 16,46 triliun. Outstanding kredit digitalnya mencapai Rp 3,17 triliun atau meningkat 21,2% yoy.
Sejalan dengan itu, pendapatan bunga bersih bank berhasil naik 16,99% yoy menjadi Rp 390,38 miliar.
Baca Juga: Korea Development Bank (KDB) Tingkatkan Kepemilikan di KDB Tifa Finance Menjadi 92,5%
Yang membebani kinerja laba bank ini di antaranya adalah peningkatan beban pencadangan sebesar 21,8% yoy menjadi Rp 99,9 miliar, beban tenaga kerja sebesar 17,2% yoy menjadi Rp 170,76 miliar, dan beban promosi sebesar 67,41% yoy menjadi Rp 48,98 miliar. Dus, beban operasionalnya meningkat 27,57% yoy menjadi Rp 381,17 miliar.
Direktur Utama Bank Raya Ida Bagus Ketut Subagia mengatakan, kinerja pada kuartal II-2026 mencerminkan konsistensi Bank Raya dalam mendorong pertumbuhan bisnis digital sejalan dengan transformasi yang dijalankan perseroan.
"Melalui berbagai inovasi layanan dan penguatan ekosistem digital, kami terus mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat sekaligus menghadirkan pengalaman perbankan yang semakin mudah, aman, dan relevan bagi masyarakat," ujar Bagus dalam keterangan resmi, Kamis (30/7/2026).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
