kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.830.000   -50.000   -1,74%
  • USD/IDR 17.211   48,00   0,28%
  • IDX 7.542   -17,77   -0,24%
  • KOMPAS100 1.031   -8,30   -0,80%
  • LQ45 736   -7,70   -1,04%
  • ISSI 273   -0,06   -0,02%
  • IDX30 401   0,75   0,19%
  • IDXHIDIV20 492   5,09   1,05%
  • IDX80 115   -0,96   -0,82%
  • IDXV30 141   2,14   1,54%
  • IDXQ30 129   0,46   0,36%

Pembiayaan Investasi Adira Finance Capai Rp 1,8 Triliun pada Kuartal I-2026


Rabu, 22 April 2026 / 15:52 WIB
Pembiayaan Investasi Adira Finance Capai Rp 1,8 Triliun pada Kuartal I-2026
ILUSTRASI. Pembiayaan Multiguna Menjadi Penopang Multifinance (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mencatat penyaluran pembiayaan investasi sebesar Rp 1,8 triliun pada kuartal I-2026.

Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan, pembiayaan investasi tersebut masih mencatatkan pertumbuhan positif secara tahunan dengan tren double digit.

“Dari sisi komposisi, pembiayaan investasi berkontribusi sekitar 15% terhadap total portofolio perusahaan," kata Gani kepada Kontan, Selasa (21/4/2026).

Baca Juga: Yield Obligasi dalam Tren Naik, Multifinance Pilih Selektif Rilis Surat Utang Baru

Asal tahu saja, data terakhir Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan investasi industri multifinance per Februari 2026 mencapai Rp 167,92 triliun, turun 2,89% secara year on year (yoy). 

Porsi pembiayaan investasi tersebut mencapai 32,79% dari total portofolio pembiayaan di industri multifinance. Gani menilai, perlambatan pembiayaan investasi di industri tidak terlepas dari kehati-hatian pelaku usaha dalam melakukan ekspansi.

“Para pelaku usaha cenderung lebih selektif dalam melakukan belanja modal, sejalan dengan upaya efisiensi operasional serta tekanan terhadap biaya produksi,” jelasnya.

Menurutnya, keputusan investasi saat ini sangat bergantung pada prospek permintaan pasar serta kemampuan dunia usaha dalam menjaga profitabilitas.

“Jika daya beli melemah dan permintaan pasar melambat, pelaku usaha biasanya akan lebih berhati-hati dalam menambah kapasitas atau melakukan pembelian aset produktif baru,” katanya.

Ke depannya, Gani menyebut pihaknya tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dengan fokus pada kualitas pembiayaan serta secara selektif melihat peluang pada segmen dengan fundamental usaha yang baik dan kebutuhan pembiayaan yang sehat.

Baca Juga: NPL Konstruksi BTN Masih Tinggi, Manajemen Beberkan Penyebabnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×