kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pembiayaan Kendaraan Bermotor Bank Syariah Indonesia Tumbuh 64% Hingga April 2023


Rabu, 31 Mei 2023 / 11:05 WIB
Pembiayaan Kendaraan Bermotor Bank Syariah Indonesia Tumbuh 64% Hingga April 2023
ILUSTRASI. Pembiayaan Kendaraan Bermotor Bank Syariah Indonesia Tumbuh 64% Hingga April 2023


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat pertumbuhan pembiayaan kendaraan bermotor pada awal tahun 2023. Pembiayaan tersebut yang disalurkan melalui BSI OTO.

Sepanjang 2023 hingga April, pembiayaan BSI OTO telah mencapai Rp 3,2 triliun atau tumbuh 64,01% secara tahunan (yoy).

Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, mengatakan pihaknya akan terus melakukan inovasi agar bisa terus meningkatkan pertumbuhan tersebut.

Baca Juga: BSI dan KONI Bersinergi Majukan Olahraga Indonesia, Dukung PSSI Gelar FIFA Match Day

Lebih lanjut, untuk meningkatkan pembiayaan tersebut terus meningkat, BSI menawarkan promo dalam bentuk margin mulai dari 2,22% untuk mobil baru dan mulai 6,62% untuk mobil bekas.

Tak hanya itu, ada pula cashback mulai dari Rp 300.000 hingga Rp 1,5 juta dengan minimal pembiayaan Rp 175 juta untuk mobil baru dan mobil bekas.

"Program ini berlaku mulai 29 Mei hingga 30 Juni 2023," ujar Anton.

Baca Juga: Kembangkan Pasar Keuangan, Perbankan Didorong untuk Perluas Transaksi Repo

Sebagai informasi, BSI mencatatkan laba sepanjang triwulan I/2023 sebesar Rp 1,46 triliun atau tumbuh 47,65% secara tahunan. 

Sementara penyaluran pembiayaan BSI secara total mencapai Rp 213,28 triliun atau naik 20,15%. Di mana, NPD Gross masih terjaga di level 2,36%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×