kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

Pembiayaan Kendaraan Listrik Tembus Rp 26,2 Triliun, Tumbuh 34,67% per Agustus 2026


Senin, 05 Oktober 2026 / 17:11 WIB
Pembiayaan Kendaraan Listrik Tembus Rp 26,2 Triliun, Tumbuh 34,67% per Agustus 2026
ILUSTRASI. Kredit Perbankan-Penjualan mobil listrik (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyaluran pembiayaan kendaraan listrik di industri multifinance masih mencatatkan pertumbuhan signifikan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penyaluran pembiayaan kendaraan listrik di industri multifinance mencapai Rp 26,20 triliun per Agustus 2026.

"Nilainya bertumbuh 34,67% secara year on year (yoy)," ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam konferensi pers RDK OJK, Senin (5/10/2026).

Jika ditelaah, kinerja pembiayaan kendaraan listrik terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa bulan terakhir. Misalnya saja, penyaluran pembiayaan kendaraan listrik industri multifinance tumbuh 32,05% secara yoy, dengan nilai mencapai Rp 23,39 triliun per April 2026.

Baca Juga: Fitch Pertahankan Rating Tertinggi AAA(idn) BTN

Kinerjanya makin bertumbuh sebesar 32,48% YoY, dengan nilai mencapai Rp 23,94 triliun per Mei 2026. Adapun posisi per Juni 2026 tumbuh 34,70%, dengan nilai mencapai Rp 24,60 triliun. Selanjutnya, posisi per Juli 2026 tumbuh 37,84%, dengan nilai Rp 25,49 triliun.

Melihat tren pertumbuhan tersebut, Agusman menerangkan sektor kendaraan listrik bisa menjadi salah satu area ekspansi bagi industri multifinance. Meski demikian, dia bilang industri juga perlu memperhatikan sejumlah tantangan dalam menyalurkan pembiayaan ke segmen kendaraan listrik.

"Dalam perkembangannya, pembiayaan kendaraan listrik tentu perlu memperhatikan berbagai tantangan, antara lain perkembanga pasar dan kesiapan ekosistem pendukungnya," tuturnya.

Sementara itu, Agusman mengatakan total penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor oleh multifinance terkontraksi 0,68% YoY, menjadi Rp 403,02 triliun per Agustus 2026. 

Sebagai informasi, OJK mencatat, piutang pembiayaan multifinance mencapai Rp 514,08 triliun per Agustus 2026, atau tumbuh 1,68% secara tahunan atau YoY. 

Adapun Non Performing Financing (NPF) gross perusahaan pembiayaan per Agustus 2026 sebesar 3,04%. Angkanya terbilang memburuk, jika dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 3,03%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×