kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pembobolan bank, ini tanggapan Kementerian BUMN


Senin, 20 Maret 2017 / 15:21 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) angkat bicara terkait kasus pembobolah bank, yaitu Bank Mandiri dan Bank Tabungan Negara (BTN).

Pembobolan Bank Mandiri terkait kasus pemalsuan dokumen kredit dengan debitur adalah Rockit Aldeway. Sedangkan, kasus pembobolah BTN terkait bilyet deposito palsu oleh komplotan sindikat yang menggunakan orang dalam BTN untuk melancarkan aksinya. Dua kasus pembobolan itu sedang ditangani oleh Bareskrim Mabes Polri.

Gatot Trihargo, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan Kementerian BUMN mengatakan, terkait hal ini pemerintah meminta direksi Mandiri dan BTN untuk meningkatkan kontrol internal. “Selain itu, pemerintah mendorong bank meningkatkan Divisi Satuan Kerja Audit Intern (SKAI),” ujar Gatot, Senin (20/3).

Jika terjadi fraud, menurut Gatot, pemerintah juga meminta pelaku baik dari internal maupun eksternal bank untuk segera ditindak tegas. Hal ini karena jika kasus ini dibiarkan berlarut maka akan menyebabkan reputasi bank turun.

Menurut Gatot, Fraud bisa terjadi di semua sektor terutama di perbankan. Hal ini karena perbankan berkontribusi cukup besar dari total aset sistem keuangan.

Fraud ini, menurut Gatot, bisa terjadi karena sistem perbankan tidak berjalan dengan baik. Selain itu, kasus bisa terjadi jika ada kerja sama antara orang luar dengan orang dalam bank.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×