kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Pemerintah Dorong Kenaikan Yield, Ciputra Life Sebut Peluang Investasi Kian Menarik


Selasa, 09 Juni 2026 / 15:36 WIB
Pemerintah Dorong Kenaikan Yield, Ciputra Life Sebut Peluang Investasi Kian Menarik
ILUSTRASI. Ciputra Life (Dok/Ciputra Life)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan bersinergi memperkuat koordinasi fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah. Salah satu langkah jitu yang ditempuh adalah berencana meningkatkan imbal hasil investasi atau yield investasi instumen di dalam negeri.

PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) menilai langkah pemerintah tersebut dapat memberikan dampak terhadap investasi perusahaan. President Director Ciputra Life Hengky Djojosantoso mengatakan kebijakan tersebut membawa konsekuensi yang berbeda antara jangka pendek dan jangka panjang. 

Dalam jangka pendek, dia menerangkan kenaikan yield obligasi akan diikuti oleh penurunan harga obligasi yang telah beredar di pasar. Sebab, sebagian portofolio investasi Ciputra Life ditempatkan pada instrumen pendapatan tetap, maka penyesuaian tersebut dapat memengaruhi nilai wajar (mark-to-market) portofolio investasi. 

"Namun, dampak itu lebih bersifat akuntansi dan valuasi, bukan mencerminkan penurunan kualitas aset, selama obligasi tersebut tetap memiliki fundamental yang kuat dan dipegang hingga jatuh tempo," katanya kepada Kontan, Senin (8/6).

Baca Juga: LAZ BMM Terima SK Perpanjangan Izin Operasional dari Kementerian Agama RI

Dari perspektif jangka panjang, Hengky menyebut kenaikan yield justru menciptakan peluang investasi yang lebih menarik. Dia bilang dana investasi baru maupun arus kas dari kupon dan obligasi yang jatuh tempo dapat ditempatkan kembali pada instrumen dengan tingkat imbal hasil yang lebih tinggi. 

"Hal itu berpotensi meningkatkan recurring investment income perusahaan dalam beberapa tahun ke depan," tuturnya.

Sebagai investor institusi jangka panjang, Hengky menyampaikan fokus Ciputra Life bukan pada fluktuasi harga jangka pendek, melainkan pada kemampuan membangun portofolio yang mampu menghasilkan imbal hasil optimal dengan risiko yang terkelola. 

"Oleh karena itu, perusahaan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, kualitas aset, diversifikasi, serta asset liability matching dalam setiap keputusan investasi," ungkapnya.

Lebih lanjut, Hengky menyampaikan perubahan suku bunga merupakan bagian dari siklus pasar yang selalu diantisipasi Ciputra Life dalam pengelolaan investasi. Saat ini, instrumen pendapatan tetap masih menjadi pilar utama portofolio investasi Ciputra Life. 

Dalam kondisi yield yang berpotensi meningkat, dia bilang pihaknya melihat adanya peluang untuk secara bertahap meningkatkan kualitas imbal hasil portofolio melalui penempatan dana baru pada obligasi dengan yield yang lebih menarik, baik obligasi pemerintah maupun obligasi korporasi dengan kualitas kredit rating yang baik.

Selain itu, Ciputra Life juga akan mengelola durasi portofolio secara aktif agar risiko akibat fluktuasi suku bunga tetap terkendali. Hengky mengatakan pihaknya akan memanfaatkan momentum ketika terjadi koreksi harga obligasi untuk melakukan akumulasi secara selektif pada instrumen yang memiliki fundamental kuat dan memberikan risk-adjusted return yang optimal.

Untuk portofolio saham, Hengky menerangkan Ciputra Life tetap mengedepankan pendekatan yang selektif. Dia bilang kenaikan yield biasanya meningkatkan tingkat diskonto yang digunakan investor dalam menilai valuasi saham, sehingga tekanan terhadap pasar saham berpotensi meningkat, terutama pada saham-saham yang memiliki valuasi tinggi. 

"Oleh karena itu, kami lebih mengutamakan perusahaan dengan fundamental yang kuat, arus kas yang sehat, tata kelola yang baik, dan prospek pertumbuhan jangka panjang yang jelas," ucapnya.

Secara keseluruhan, Hengky mengatakan prioritas Ciputra Life tetap menjaga keseimbangan antara imbal hasil, risiko, likuiditas, dan kesesuaian antara aset dan liabilitas (asset-liability matching). Dengan demikian, portofolio investasi mampu memberikan hasil yang optimal tanpa mengorbankan stabilitas keuangan perusahaan.

Sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangan perusahaan, Ciputra Life mencatatkan total investasi sebesar Rp 1,10 triliun per April 2026. Didominasi penempatan pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 615,47 miliar. Adapun perusahaan mencatatkan hasil investasi sebesar Rp 22,37 miliar per April 2026. 

Baca Juga: Bank Mandiri Taspen Optimalkan Layanan Pensiunan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×