kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   4.000   0,16%
  • USD/IDR 18.034   74,00   0,41%
  • IDX 5.185   -678,68   -11,57%
  • KOMPAS100 658   -103,29   -13,57%
  • LQ45 509   -81,53   -13,82%
  • ISSI 179   -22,02   -10,93%
  • IDX30 284   -45,14   -13,73%
  • IDXHIDIV20 366   -56,36   -13,33%
  • IDX80 75   -11,86   -13,59%
  • IDXV30 102   -13,53   -11,68%
  • IDXQ30 93   -14,99   -13,88%

Pendapatan Komisi BCA Tumbuh, Ditopang Transaksi Digital


Jumat, 16 Oktober 2026 / 16:28 WIB
Pendapatan Komisi BCA Tumbuh, Ditopang Transaksi Digital
ILUSTRASI. Nilai Transaksi Digital Banking Tembus Rp 5.035 Triliun (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus memperkuat pendapatan berbasis komisi atau fee based income (FBI) di tengah pertumbuhan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) yang terbatas.

Pengembangan layanan perbankan transaksi, terutama melalui kanal digital, menjadi salah satu penopang pertumbuhan pendapatan nonbunga perseroan.

Executive Vice President (EVP) Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, peningkatan pendapatan berbasis komisi tidak terlepas dari pengembangan layanan perbankan transaksi melalui berbagai kanal digital maupun non-digital.

Baca Juga: CIMB Niaga Genjot Fee Based Income di Tengah Tekanan Margin Bunga

Berdasarkan data hingga Agustus 2026, pendapatan komisi BCA tumbuh 7,75% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 13,59 triliun. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, pendapatan dari pos tersebut tercatat sebesar Rp 12,61 triliun.

Sementara itu, NII BCA hanya tumbuh 1,33% yoy menjadi Rp 53,82 triliun hingga Agustus 2026, dibandingkan Rp 53,12 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Hera menjelaskan, pengembangan layanan transaksi yang dilakukan secara berkelanjutan turut mendorong peningkatan aktivitas nasabah. Dalam tiga tahun terakhir, volume transaksi yang diproses BCA meningkat 60%.

“Saat ini, hampir seluruh transaksi yang diproses BCA merupakan transaksi digital,” ujar Hera kepada kontan.co.id, Kamis (15/10).

Selain peningkatan volume transaksi, basis nasabah BCA juga terus bertambah. Jumlah rekening nasabah perseroan mencapai 42 juta rekening per akhir Juni 2026.

Menurut Hera, peningkatan frekuensi transaksi dan jumlah rekening nasabah tersebut didukung inovasi layanan dan produk, serta perluasan ekosistem transaksi perbankan melalui kanal online maupun offline.

Ke depan, BCA akan terus mengembangkan platform perbankan transaksi yang aman dan andal serta relevan dengan kebutuhan nasabah. Upaya ini diharapkan dapat memperluas basis nasabah sekaligus meningkatkan jumlah transaksi yang diproses perseroan.

Dengan demikian, pengembangan layanan transaksi diharapkan terus memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan pendapatan nonbunga BCA.

Baca Juga: Bos BSI (BRIS) Buka Suara Soal Rights Issue Rp 3,4 Triliun, Penuhi Free Float 15%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×