kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.754.000   -31.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.853   30,00   0,17%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Pendapatan Manulife Syariah Melonjak 354,28% Tembus Rp 302,1 Miliar pada 2025


Kamis, 28 Mei 2026 / 19:05 WIB
Pendapatan Manulife Syariah Melonjak 354,28% Tembus Rp 302,1 Miliar pada 2025
ILUSTRASI. Kerjasama Manulife Syariah dan Muhammadiyah (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Syariah mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif sepanjang 2025, seiring tahun pertama operasionalnya sebagai entitas syariah independen.

Presiden Direktur & CEO Manulife Syariah Indonesia Fauzi Arfan mengatakan, perusahaan membukukan total pendapatan usaha sebesar Rp 302,1 miliar pada 2025, melonjak 354,28% dibandingkan Rp 66,5 miliar pada tahun sebelumnya.

“Pada tahun pertama operasional kami sebagai bisnis syariah yang independen, kami telah melihat respons positif dari pasar, sebagaimana tercermin dalam pertumbuhan pesat kami,” ujar Fauzi dalam keterangan resmi, Kamis (28/5/2026).

Baca Juga: Laba Manulife Indonesia Melejit 161,5%, Raup Rp 1,28 Triliun di 2025

Adapun kenaikan pendapatan usaha tersebut turut mendorong pertumbuhan aset perusahaan menjadi senilai Rp 1,55 triliun per akhir 2025.

Dari sisi permodalan, rasio solvabilitas dana tabarru’ dan dana tanahud tercatat sebesar 797%, sedangkan rasio solvabilitas dana perusahaan mencapai 5.433%. Kedua rasio tersebut berada jauh di atas batas minimum yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kemudian, Manulife Syariah Indonesia juga telah membayarkan klaim sebesar Rp 83,9 miliar pada 2025, atau mengalami peningkatan sekitar 99% dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sisi lain, perusahaan mencatat surplus underwriting dana tabarru’ sebesar Rp 766 juta yang mencerminkan kondisi pengelolaan dana peserta tetap sehat.

Fauzi bilang, perusahaan akan terus berupaya memperluas solusi perlindungan syariah yang relevan bagi kebutuhan masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk terus memperluas solusi perlindungan syariah yang relevan bagi kebutuhan keluarga Indonesia,” katanya.

Baca Juga: Tenor KPR Akan Diperpanjang Hingga 40 Tahun, Bank Siapkan Strategi Agar Tak Macet

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×