kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Pengaduan perbankan 41% dari total pengaduan OJK


Senin, 24 Februari 2014 / 11:10 WIB
ILUSTRASI. Yuk Intip Rumah William dan Kate Middleton di Wales


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pasca peralihan pengawasan perbankan dari Bank Indonesia pada 31 Desember 2013, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai menerima banyak keluhan terkait layanan jasa perbankan.

Menurut Sri Rahayu Widodo, Deputi Komisioner OJK Bidang Perlindungan dan Edukasi Konsumen, sampai saat ini pengaduan masyarakat terkait layanan perbankan mencapai 41% dari total pengaduan yang masuk kepada OJK. Data tersebut, per minggu ketiga Februari. Namun, Sri bilang, tak hafal persis datanya.

Kemunculan pengaduan layanan jasa perbankan menunjukkan ada peningkatan pemahaman masyarakat terhadap jasa keuangan. "Kami harapkan pemahaman masyarakat terhadapa jasa keuangan akan semakin meningkat melalui program SIMOLEK yang menggandeng beberapa pelalu jasa keuangan," pungkas Sri Rahayu, Senin (24/2).

Sebagaimana diketahui, Indonesia adalah negara dengan tingkat literasi keuangan terendah di ASEAN. Berdasarkan survei indeks literasi keuangan OJK tahun lalu, baru 22% penduduk Indonesia yang memahami jasa keuangan, jauh tertinggal dibanding Singapura yang mencapai 90%. Kondisi ini menurut OJK tak lepas dari faktor demografi Indonesia yang amat luas dan beragam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×