Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Allo Bank Indonesia Tbk (Allo Bank) mencatat bisnis layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau Allo PayLater masih bertumbuh positif hingga semester I-2026.
Di tengah pelemahan daya beli pada sebagian segmen masyarakat, Allo Bank melihat permintaan terhadap layanan paylater tetap tinggi seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan fleksibilitas dalam mengatur arus kas.
Digital Strategy Head Allo Bank Destya D. Pradityo mengatakan, hingga semester I-2026 jumlah pengguna Allo PayLater telah mencapai lebih dari 2,3 juta nasabah. Allo Bank juga mencatat tingkat utilisasi layanan terus meningkat seiring bertambahnya aktivitas transaksi di dalam ekosistem Allo Bank.
Baca Juga: BSI Perluas Bisnis Agen, Transaksi Tembus Rp 52,8 Triliun hingga Juni 2026
"Di tengah dinamika ekonomi dan pelemahan daya beli di beberapa segmen masyarakat, kami melihat kinerja Allo PayLater tetap menunjukkan pertumbuhan yang sehat. Permintaan terhadap layanan Buy Now Pay Later masih cukup baik karena masyarakat semakin mengutamakan fleksibilitas dalam mengelola arus kas dan pengeluaran sehari-hari," ujar Destya kepada Kontan, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, Allo Bank tidak hanya berfokus pada pertumbuhan jumlah pengguna, tetapi juga memperhatikan tingkat penggunaan aktif serta kualitas portofolio pembiayaan agar pertumbuhan bisnis berlangsung secara berkelanjutan dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent).
Ia menambahkan, frekuensi transaksi Allo PayLater juga terus meningkat, didorong semakin luasnya penggunaan pembayaran digital dan bertambahnya adopsi layanan paylater sebagai instrumen transaksi sehari-hari.
Dari sisi penggunaan, mayoritas transaksi Allo PayLater masih didominasi kebutuhan konsumsi harian dan gaya hidup (lifestyle). Transaksi tersebut meliputi pembelian makanan dan minuman, kebutuhan rumah tangga, layanan kesehatan, hiburan, hingga berbagai transaksi ritel di merchant yang telah bekerja sama dengan Allo Bank.
"Tren ini menunjukkan bahwa PayLater telah berkembang menjadi instrumen pembayaran yang mendukung aktivitas finansial sehari-hari, bukan hanya digunakan untuk pembelian bernilai besar. Kami melihat hal tersebut sebagai indikator yang positif karena mencerminkan utilisasi yang semakin luas dan berulang," katanya.
Baca Juga: Pengguna wondr by BNI Tembus 15,1 Juta Hingga Akhir Juni 2026
Ke depan, Allo Bank masih optimistis prospek bisnis Allo PayLater hingga akhir 2026 tetap positif. Perseroan menilai peningkatan adopsi pembayaran digital, perluasan ekosistem merchant, serta pertumbuhan jumlah nasabah aktif masih menjadi pendorong utama ekspansi bisnis BNPL.
Meski demikian, Destya menegaskan fokus perseroan bukan semata mengejar pertumbuhan outstanding pembiayaan, melainkan memastikan pertumbuhan tersebut tetap sehat dengan menjaga kualitas aset dan profil risiko.
"Fokus kami bukan semata mengejar pertumbuhan outstanding, tetapi memastikan pertumbuhan tersebut berlangsung secara sehat dan berkualitas. Oleh karena itu, kami menargetkan pertumbuhan yang berkelanjutan dari sisi pengguna aktif, frekuensi transaksi, serta utilisasi layanan, dengan tetap menjaga kualitas aset dan profil risiko," jelasnya.
Untuk mencapai target tersebut, Allo Bank mengandalkan tiga strategi utama. Pertama, meningkatkan engagement nasabah dengan memperluas berbagai use case transaksi agar Allo PayLater semakin relevan untuk kebutuhan sehari-hari. Kedua, memperkuat kolaborasi dengan merchant dan mitra strategis guna memperluas pilihan transaksi bagi nasabah.
Baca Juga: Menteri PKP Apresiasi Dirut BTN sebagai Penyalur KPR Subsidi Tertinggi
Selain itu, perseroan juga mengoptimalkan pemanfaatan data analytics dan teknologi untuk menghadirkan pengalaman yang lebih personal, mulai dari penawaran limit kredit, promosi yang lebih tepat sasaran, hingga proses underwriting yang semakin akurat.
"Dengan strategi tersebut, kami percaya pertumbuhan Allo PayLater akan semakin ditopang oleh kualitas engagement nasabah, bukan hanya oleh penambahan jumlah pengguna. Hal ini sejalan dengan komitmen kami untuk membangun bisnis yang tumbuh secara sehat, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah jangka panjang bagi nasabah maupun pemegang saham," tutup Destya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
