kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Penyaluran kredit bank tersengat lonjakan kasus Covid-19


Sabtu, 24 Juli 2021 / 06:52 WIB
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi keuangan di kantor cabang BRI Tangerang Selatan, Jumat (23/10). Penyaluran kredit bank tersengat lonjakan kasus Covid-19.


Reporter: Amanda Christabel, Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Gelombang kedua kasus Covid-19 memaksa pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada bulan Juli 2021. 

Ini bakal berdampak pada penyaluran kredit perbankan di separuh kedua 2021. Bank Indonesia (BI) bahkan memangkas proyeksi kredit dari 5%-7% jadi 4%-6% di 2021. Kredit kuartal III 2021 diprediksi akan lebih rendah dari proyeksi sebelumnya. 

Padahal kredit perbankan di Juni 2021 baru mulai mencoba bangkit dengan tumbuh tipis 0,59% year on year (yoy). Aestika Oryza Gunarto, Sekretaris Perusahaan Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengakui akan ada dampak PPKM terhadap penyaluran kredit. 

Meskipun begitu, BRI masih optimistis pertumbuhan kredit masih bisa membaik hingga akhir tahun. Sehingga target kredit sebesar 7% yang dipatok sebelumnya masih belum direvisi. 

Baca Juga: Simak prediksi bankir soal laju pertumbuhan kredit pada semester kedua

"Namun BRI masih membuka peluang untuk menaikkan atau memangkas target atas rencana bisnis bank (RBB)," ujarnya, Jumat (23/7).

Bank Tabungan Negark (BTN) juga masih optimistis bisa mencatatkan kredit tumbuh 7% tahun ini. Sebab sektor kredit kepemilikan rumah (KPR) sebagai bisnis utama BTN masih tetap tumbuh. 

KPR di BTN tumbuh sebesar 5,9% yoy per Juni 2021. Direktur Utama BTN, Haru Koesmahargyo mengatakan, ini menggambarkan bahwa sektor perumahan, terutama yang menengah ke bawah masih cukup tinggi.

Sementara Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Panji Irawan mengaku, masih terus melihat kondisi kasus Covid-19 ke depan. Ia masih optimistis pertumbuhan kredit Bank Mandiri bisa mencapai 6%. 

Baca Juga: Begini proyeksi bankir atas pertumbuhan kredit pada paruh kedua 2021




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×