CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.007,80   -0,91   -0.09%
  • EMAS995.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -0.30%
  • RD.CAMPURAN -0.02%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Penyaluran Kredit Berkelanjutan BRI Tembus Rp 657,1 Triliun hingga Juni 2022


Sabtu, 06 Agustus 2022 / 20:30 WIB
Penyaluran Kredit Berkelanjutan BRI Tembus Rp 657,1 Triliun hingga Juni 2022


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) terus mendorong penerapan prinsip ESG atau Environmental (lingkungan), Social (sosial) dan Governance (tata kelola yang baik), khususnya dalam menjaga kinerja fundamental. 

Hal itu tercermin dari pertumbuhan kredit berkelanjutan dan pembiayaan hijau yang dibukukan perseroan.

SEVP Treasury & Global Services BRI Achmad Royadi menjelaskan bahwa kredit berkelanjutan BRI hingga akhir Kuartal II-2022 telah mencapai Rp 657,1 triliun atau setara dengan 65,5% dari total portofolio kredit perseroan. Sebanyak Rp 74,7 triliun diantaranya disalurkan kepada pembiayaan hijau. 

“Nilai tersebut meningkat dibandingkan dengan akhir kuartal I-2022,” kata Achmad Royadi dalam keterangan resminya, Sabtu (6/8). 

Baca Juga: Naik 11%, Pendapatan Non Bunga BNI Tembus Rp 7,55 Triliun hingga Semester I

Adapun di kuartal I-2022, kredit berkelanjutan BRI tercatat sebesar Rp 639,9 triliun atau setara dengan 65,5% dari total portofolio, dengan pembiayaan hijau sebesar Rp 71,5 triliun. 

Sedangkan per akhir 2021, capaiannya masih Rp 617,8 triliun atau sekitar 65,5% dari total portofolio, dengan pembiayaan hijau mencapai Rp 66 triliun.

Royadi melanjutkan, pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator implementasi prinsip ESG dalam kinerja BRI. Perseroan pun senantiasa aktif mengikuti rating MSCI, SUSTAINALYTICS, Dow Jones, S&P Global sebagai bagian dari continuous improvement penerapan ESG dan sustainability.

Dari sisi wholesale funding yang diterbitkan oleh treasury BRI juga mengalami peningkatan. Komposisi wholesale funding yang berbasis ESG sebesar 9% pada 2021, tumbuh pesat mencapai 49,7% hingga akhir semester I-2022. 

Wholesale funding merupakan non dana pihak ketiga (DPK) sebagai alternatif pemulihan likuiditas dan potensi diversifikasi funding berbasis ESG. BRI pun optimistis mampu mencapai target wholesale funding hingga lebih dari 50% pada 2024.

Penguatan penerapan prinsip ESG oleh BRI tersebut memiliki alasan kuat. Hal ini berkaitan dengan tren investasi global yang lebih peduli terhadap peningkatan kualitas sosial melalui tata kelola perusahaan yang baik.

Baca Juga: BRI Kantongi Pendapatan Komisi Rp 17,53 Triliun sampai Semester I

Di samping itu, juga diketahui pada bulan Juni 2022 lalu, BRI telah menerbitkan obligasi berwawasan lingkungan berkelanjutan I Bank BRI yang menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp 15 triliun, dengan jumlah emisi tahap I di tahun 2022 sebanyak-banyaknya Rp 5 triliun. Penerbitan yang dilakukan BRI tersebut berhasil diserap seluruhnya oleh pasar, bahkan oversubscribed 4,4 kali.

Hasil penghimpunan dana tersebut akan dialokasikan paling sedikit 70% untuk kegiatan usaha atau kegiatan lain yang termasuk dalam kriteria kegiatan usaha berwawasan lingkungan (KUBL) yang baru, sedang berjalan, atau telah selesai sesuai dengan kerangka kerja obligasi.

Selanjutnya: Ekonomi Tahun Ini Masih Diyakini Bisa Tumbuh 5,2%, Begini Strategi Pemerintah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×