Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan fintech pendanaan KrediOne telah menyalurkan pendanaan lebih dari Rp 2 triliun di Jawa Timur hingga Mei 2026. Dari jumlah tersebut, Kota Malang mencatatkan realisasi penyaluran pendanaan sebesar Rp 128 miliar.
Direktur IT & Operations KrediOne Defrian Afdi mengatakan, pertumbuhan layanan keuangan digital perlu diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Transformasi digital telah mengubah cara masyarakat mengakses layanan keuangan. Karena itu, literasi keuangan tidak hanya tentang memahami layanan yang tersedia, tetapi juga kemampuan mengambil keputusan finansial secara bijak, memahami risiko, dan memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab,” ujar Defrian dalam keterangannya, Sabtu (27/6/2026).
Baca Juga: Jasindo Perkuat Kemitraan Manajemen Risiko
Menurutnya, generasi muda yang memiliki literasi keuangan yang baik akan lebih siap menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang dari perkembangan ekonomi digital.
Capaian tersebut diungkapkan KrediOne saat menggelar program literasi keuangan Pindar Mengajar: Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) di Kota Malang pada 24–25 Juni 2026.
Program edukasi tersebut berlangsung di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (UNISMA) dan dihadiri ratusan mahasiswa serta civitas akademika. Hadir pula Kepala Divisi Pengawasan Usaha Pembiayaan Berbasis Teknologi 2 OJK Anjar Sumarjati, Asisten Direktur OJK Malang Frederik Alexander Rompies, Sekretaris Jenderal AFPI Ronald T. Andi Kasim, serta Dekan FEB UNISMA Affifudin.
Selain kegiatan literasi, KrediOne turut mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kurikulum Berbasis Keuangan Digital di UNISMA. Forum tersebut mempertemukan regulator, akademisi, dan pelaku industri untuk membahas kebutuhan kompetensi di sektor keuangan digital serta memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan diskusi bersama media di Malang. Dalam kesempatan tersebut, KrediOne menegaskan pentingnya edukasi mengenai layanan pendanaan daring (pindar) yang legal sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap risiko pinjaman online ilegal.
Baca Juga: Bank Mandiri Siap Genjot Kredit Usai Masuknya Dana SAL dari Pemerintah
KrediOne menilai penguatan literasi keuangan dan pengembangan talenta digital menjadi faktor penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














