kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Penyerapan APBN lamban, penyaluran kredit jadi tak maksimal


Rabu, 08 Desember 2010 / 15:48 WIB
ILUSTRASI. Lembaran Mata Uang US Dolar


Reporter: Bernadette Christina Munthe |

JAKARTA. Mendekati akhir tahun 2010, Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit perbankan memang telah mencapai batas bawah target 22%. Namun harapan untuk bisa mencapai batas atas target kredit sebesar 24% agaknya masih jauh dari jangkauan.

Selain derasnya capital inflow yang menjadi opsi pembiayaan, ketidakpastian kondisi perekonomian ikut mengganjal terwujudnya target yang telah dipatok. Selain itu penyerapan APBN yang tidak optimal ikut memperlambat penyaluran pembiayaan.

Tingginya angka undisbursed loan yang masih di kisaran Rp 500 triliun adalah dampak lain penyerapan APBN yang tidak efektif, diperkirakan hanya mencapai 90% hingga akhir tahun.

"Penyerapan kredit lambat karena belanja pemerintah juga lambat. Kalau dana APBN digunakan, itu akan tersalur ke swasta yang menjadi kontraktor," kata Ekonom BNI Tony A. Prasetiantono di Jakarta, Rabu (8/12).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×