kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.895   13,00   0,07%
  • IDX 6.290   -83,36   -1,31%
  • KOMPAS100 822   -13,95   -1,67%
  • LQ45 626   -7,84   -1,24%
  • ISSI 217   -3,20   -1,45%
  • IDX30 350   -4,02   -1,13%
  • IDXHIDIV20 427   -2,76   -0,64%
  • IDX80 94   -1,50   -1,57%
  • IDXV30 117   -1,16   -0,98%
  • IDXQ30 111   -0,86   -0,77%

Perbankan Kerek Pertumbuhan Fee Based Income pada Semester I


Minggu, 30 Juli 2023 / 16:23 WIB
ILUSTRASI. Gedung Menara Bank BTN di Jakarta, Selasa (10/12/2019). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tendi Mahadi

Berdasarkan materi paparan kinerja semester I 2022, pertumbuhan dari segmen konsumer utamanya ditopang oleh pendapatan dari layanan PPOB dan bill payment yang meningkat 30,6% menjadi Rp 212 miliar serta pendapatan dari remitansi meningkat 15,3% YoY menjadi Rp 127 miliar.

Adapun FBI dari kartu dan bancassurance hanya naik 1,9% menjadi Rp 1.034 triliun. 

Sedangkan pendapatan non bunga dari business banking tumbuh 15,2% menjadi Rp 4,1 triliun. Ini utamanya ditopang dari pertumbuhan dana pensiun yang tumbuh 101,5% menjadi Rp 217 miliar, dan bisnis kustodion yang tumbuh 22% menjadi Rp 1,272 triliun.

Sementara pendapatan kredit sindikasi turun sebesar 25,6% YoY menjadi Rp 262 miliar, lalu pendapatan dari forex trading dan derivatives turun 50,6% menjadi Rp 484 miliar.

Adapun PaninBank mencatat laba bersih sebesar Rp 2,10 triliun pada semester I-2023, meningkat 30,89% dibanding periode yang sama tahun 2022 sebesar Rp 1,60 triliun.

Presiden Direktur PaninBank, Herwidayatmo mengatakan peningkatan laba tersebut didukung fee based income yang naik 47,94% menjadi Rp 1,68 triliun. Kenaikan fee based income terutama berupa pendapatan dari transaksi surat berharga dan recovery.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×