kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.577   24,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Perbankan syariah bisa lakukan hedging di 2011


Senin, 13 Desember 2010 / 14:48 WIB
ILUSTRASI. Foto udara kerusakan akibat tsunami Selat Sunda di wilayah pesisir Pandeglang, Banten


Reporter: Roy Franedya, Dyah Megasari |

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) bakal mendorong perbankan syariah di tanah air melakukan inovasi produk dengan standar internasional. Salah satunya adalah fasilitas hedging atau lindung nilai.

"Nantinya, bank bisa melakukan inovasi produk untuk memenuhi kebutuhan hedging dan liquidity management di sektor keuangan dan perdagangan internasional", jelas Deputi Gubernur Bank Indonesia, Halim Alamsyah, yang juga Anggota Dewan Direktur Internasional Islamic Financial Market (IIFM).

Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia Mulya Siregar mengatakan, fasilitas hedging ini akan tertuang dalam Master of Agreement (MA) yang ditandatangani masing-masing anggota IIMF di Jakarta. Saat ini IIFM memiliki anggota lebih dari 50 institusi keuangan dan bank sentral dari seluruh dunia dan berkedudukan di Bahrein. "Diharapkan kesepakatan ini akan selesai diakhir 2010," jelas Mulya.

Hedging saat ini memang hanya digunakan oleh bank konvensional saja, tetapi lantara nilai mata uang terus bergejolak, maka industri perbankan syariah sangat membutuhkan fasilitas tersebut. IIMF dan BI berharap, fasilitas lindung nilai ini bisa diterapkan pada semester I 2011.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×