Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) memperluas digitalisasi transaksi nasabah korporasi untuk memperkuat bisnis cash management sekaligus meningkatkan penghimpunan dana murah atau current account savings account (CASA).
Salah satu fokus perseroan adalah mendorong peralihan transaksi tunai menjadi nontunai di sektor barang konsumsi atau fast-moving consumer goods (FMCG).
Head of Transaction Banking CIMB Niaga Joni Hermanto mengatakan, penggunaan layanan cash management, termasuk platform OCTO Biz, berkaitan dengan saldo nasabah yang lebih tinggi di perseroan. Hal ini karena aktivitas penerimaan dan pembayaran dana nasabah dilakukan melalui CIMB Niaga.
“Nasabah yang memiliki OCTO Biz tendensinya saldo di kita lebih tinggi karena mereka melakukan collection melalui CIMB Niaga dan pembayaran juga melalui kita,” ujar Joni di Jakarta, Jumat (19/10/2026).
Menurut Joni, pola transaksi tersebut turut mendukung pertumbuhan dana murah CIMB Niaga. Ia menyebutkan, rasio CASA perseroan berada di kisaran 70%.
Baca Juga: BBCA dan BBTN Kompak Menguat, Bagaimana Perkembangan Rencana Buyback?
Untuk memperkuat penghimpunan dana, CIMB Niaga juga berupaya memperluas keterhubungan transaksi dalam ekosistem nasabah, termasuk dengan pemasok dan pembeli yang masih menggunakan bank lain.
Dengan semakin banyak transaksi yang berlangsung melalui CIMB Niaga, perseroan berharap dapat meningkatkan dana yang mengendap sekaligus memperkuat hubungan bisnis dengan nasabah.
Selain itu, CIMB Niaga menerapkan skema suku bunga simpanan perusahaan yang lebih fleksibel berdasarkan besaran saldo nasabah. Langkah ini diharapkan dapat menjaga daya saing perseroan dalam menarik dana dari segmen korporasi.
Dari sisi layanan transaksi, perkembangan pembayaran digital turut membuka peluang bagi bisnis cash management. Joni menilai, biaya transaksi BI-FAST yang kompetitif serta ketersediaan layanan selama 24 jam dapat memudahkan nasabah melakukan pembayaran.
CIMB Niaga Dorong Digitalisasi Transaksi FMCG
CIMB Niaga melayani nasabah dari berbagai sektor industri, mulai dari komoditas hingga FMCG dan logistik. Saat ini, perseroan berupaya memperluas digitalisasi transaksi pada rantai pasok FMCG, terutama dalam aktivitas pembayaran antara distributor dan peritel kecil, termasuk warung.
Menurut Joni, transaksi di segmen tersebut masih banyak mengandalkan uang tunai. Padahal, proses penagihan dan pengelolaan uang tunai membutuhkan biaya operasional yang relatif tinggi.
Karena itu, CIMB Niaga berupaya mendorong distributor dan pelaku usaha dalam rantai pasok FMCG untuk beralih ke transaksi nontunai. Namun, perubahan tersebut masih menghadapi tantangan berupa kebiasaan pelaku usaha yang terbiasa menggunakan uang tunai, terutama di luar Jakarta.
“Yang sedang kami coba adalah mengubah transaksi uang tunai menjadi digital. Untuk FMCG, mengubah mindset itu tidak gampang karena di warung-warung rata-rata pembayarannya masih tunai,” jelas Joni.
Untuk mempercepat adopsi layanan digital, CIMB Niaga juga menjajaki kerja sama dengan penyedia platform yang dapat membantu nasabah mengelola penagihan dan administrasi transaksi.
Salah satu inisiatif yang dijajaki adalah layanan pembuatan dan pengiriman faktur atau invoicing. Melalui layanan ini, nasabah diharapkan dapat membuat tagihan dan menagih pembayaran tanpa harus mengembangkan aplikasi sendiri.
Selain layanan penagihan, CIMB Niaga juga menjajaki solusi untuk mendukung pengelolaan penggajian atau payroll. Solusi yang direncanakan mencakup penghitungan pajak penghasilan (PPh) hingga penyaluran gaji kepada karyawan.
Joni mengatakan, pengembangan layanan tersebut mengacu pada kebutuhan nasabah, bukan semata-mata pada produk yang dimiliki bank. Dengan menyediakan solusi yang membantu operasional perusahaan, CIMB Niaga berharap nasabah semakin terdorong untuk menggunakan layanan transaksi perseroan.
Meski demikian, CIMB Niaga belum menetapkan target spesifik untuk mengonversi transaksi tunai menjadi digital di sektor FMCG. Perseroan masih berfokus pada pengembangan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha serta mendorong adopsi transaksi nontunai secara bertahap.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














