kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Permata Bank Masih Kaji Sejumlah Opsi Aksi Korporasi Dalam Pemenuhan Free Float


Jumat, 02 Oktober 2026 / 16:34 WIB
Permata Bank Masih Kaji Sejumlah Opsi Aksi Korporasi Dalam Pemenuhan Free Float
ILUSTRASI. Permata Bank (Dok/Dok Permata Bank)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Permata Tbk (BNLI) masih mengkaji sejumlah opsi aksi korporasi untuk memenuhi ketentuan free float minimum 12,5% yang harus dipenuhi paling lambat 31 Maret 2027.

Saat ini, porsi saham free float Permata Bank tercatat sebesar 9,97%. Dengan demikian, perseroan masih perlu meningkatkan porsi saham publik sekitar 2,53 percentage point (ppt) untuk mencapai ketentuan 12,5%.

Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli mengatakan, perseroan tengah melakukan kajian mendalam terhadap berbagai opsi aksi korporasi yang dapat ditempuh untuk memenuhi ketentuan tersebut.

Baca Juga: Pembiayaan Syariah Adira Finance Capai Rp 7,2 Triliun, Tumbuh Positif

“Permata Bank saat ini tengah melakukan kajian yang mendalam atas opsi-opsi aksi korporasi yang dapat dilakukan untuk memenuhi aturan free float tersebut,” ujar Meliza kepada kontan.co.id, Jumat (2/10).

Menurut dia, mekanisme yang akan dipilih akan mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk kondisi pasar, kebutuhan modal, serta kepentingan seluruh pemegang saham.

“Pelaksanaan perlu direncanakan dengan baik. Mekanisme akan kami sampaikan melalui keterbukaan informasi setelah ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Meliza juga mengatakan, dampak terhadap struktur kepemilikan Permata Bank, termasuk porsi pemegang saham pengendali, akan bergantung pada mekanisme yang nantinya dipilih perseroan.

Di sisi lain, Permata Bank melihat kebijakan peningkatan free float tidak hanya sebagai kewajiban, tetapi juga peluang untuk memperluas basis investor.

“Kami mendukung kebijakan regulator untuk meningkatkan likuiditas pasar modal Indonesia. Permata Bank melihat kebijakan ini sebagai peluang untuk memperluas basis investor dan mendukung likuiditas perdagangan saham Bank,” tutur Meliza.

Menurut dia, fokus perseroan saat ini adalah memastikan pemenuhan ketentuan free float sekaligus menjaga kinerja dan fundamental bank secara berkelanjutan. 

Baca Juga: Fitch Beri Peringkat A+ untuk Bank of India Indonesia dengan Outlook Positif

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×