kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pertumbuhan asuransi properti tahun lalu tak optimal


Senin, 05 Februari 2018 / 17:16 WIB
ILUSTRASI. Asuransi properti


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam beberapa tahun ke belakang, lini bisnis asuransi properti menjadi salah satu motor penggerak dari kinerja industri asuransi umum. Namun tahun lalu, lini usaha ini tak mampu mengangkat kinerja industri.

Lini bisnis asuransi properti memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap kinerja industri secara keseluruhan. Maklum hampir 30% dari premi asuransi umum disumbangkan oleh lini bisnis tersebut.

Wajar saat lini bisnis ini terganggu, industri pun makin kelabakan untuk mencetak pertumbuhan. Seperti di 2017, di mana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan premi asuransi umum hanya mencapai 3,14%, atau di bawah target Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) yang sebesar 5%.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody AS Dalimunthe mengakui lesunya bisnis asuransi properti ini menjadi salah satu faktor redupnya bisnis asuransi umum di tahun kemarin. Kondisi di paruh pertama tahun lalu disebutnya menjadi penyebab.

"Di antaranya karena stagnasi pada perekonomian Indonesia yang pada gilirannya menyebabkan perlambatan penjualan rumah serta perlambatan pertumbuhan KPR di paruh pertama 2017," kata dia belum lama ini.

Namun, kondisi pasar asuransi properti mulai menunjukkan perbaikan di paruh kedua tahun lalu, terutama di kuartal terakhir. Sayangnya perbaikan yang lambat ini belum cukup mendorong kinerja industri secara keseluruhan untuk bisa sesuai dengan ekspektasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×