kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.798.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.806   49,00   0,28%
  • IDX 6.189   -17,82   -0,29%
  • KOMPAS100 817   -3,32   -0,40%
  • LQ45 627   -4,47   -0,71%
  • ISSI 218   0,26   0,12%
  • IDX30 357   -3,15   -0,87%
  • IDXHIDIV20 442   -4,48   -1,00%
  • IDX80 95   -0,23   -0,24%
  • IDXV30 122   -1,13   -0,92%
  • IDXQ30 115   -1,31   -1,12%

Pertumbuhan Kredit dan Laba Bank BRI per April 2026 Ditopang Efisiensi Beban Bunga


Selasa, 26 Mei 2026 / 09:14 WIB
Pertumbuhan Kredit dan Laba Bank BRI per April 2026 Ditopang Efisiensi Beban Bunga
ILUSTRASI. Meski pendapatan bunga BRI hanya tumbuh 0,09% yoy menjadi Rp 53,5 triliun, pendapatan bunga bersih melesat 7,49% yoy menjadi Rp 39,37 triliun. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) berhasil menjaga laju profitabilitasnya sepanjang tahun berjalan melalui strategi efisiensi. Berdasarkan laporan keuangan bulanan yang dirilis Senin (25 Me, 2026) hingga April 2026 bank berkode saham BBRI ini mencetak laba sebesar Rp 15,89 triliun secara bank only, atau tumbuh 5,91% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Capaian positif tersebut salah satunya didorong oleh penurunan beban bunga bank yang signifikan, yakni sebesar 16,03% yoy menjadi Rp 14,12 triliun. Dus, meski pendapatan bunga bank hanya berhasil tumbuh tipis 0,09% yoy menjadi Rp 53,5 triliun, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BBRI mampu melesat hingga 7,49% yoy menjadi Rp 39,37 triliun.

Baca Juga: KPR Lelang Rumah BTN: Tawarkan 10.000 Unit dengan Bunga Fixed 5%

Kinerja Keuangan dan Dana Pihak Ketiga BBRI Secara Bank Only

Berapa rincian perolehan laba, realisasi kredit, dan pertumbuhan dana murah BRI per April 2026?

Indikator Keuangan (Per April 2026) Nilai Riil Pertumbuhan Tahunan (yoy)
Laba Bersih (Bank Only) Rp 15,89 Triliun Tumbuh 5,91%
Pendapatan Bunga Bersih (NII) Rp 39,37 Triliun Tumbuh 7,49%
Penyaluran Kredit Rp 1.376,35 Triliun Tumbuh 10,97%
Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp 1.496,30 Triliun Tumbuh 6,84%
Beban Bunga Rp 14,12 Triliun Turun 16,03%
Beban Operasional Rp 19,41 Triliun Naik 10,22%

Baca Juga: BTN Makin Agresif Cari Mesin Pertumbuhan Baru di Luar Bisnis Kredit Perumahan

Dari sisi operasional, manajemen BBRI terpantau mulai menaikkan alokasi pencadangan (impairment) untuk periode ini sebesar 1,98% yoy menjadi Rp 14,63 triliun. Di saat yang sama, pendapatan komisi, provisi, fee, dan administrasi bank tumbuh terbatas 2,99% yoy menjadi Rp 6,88 triliun.

Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan total beban operasional bank sebesar 10,22% yoy menjadi Rp 19,41 triliun. Akibatnya, laba operasional BBRI tumbuh lebih terbatas di level 4,97% yoy menjadi Rp 19,96 triliun.

Dari fungsi intermediasi, kinerja penyaluran kredit BBRI berhasil tumbuh dua digit dalam periode ini, yakni sebesar 10,97% yoy menjadi Rp 1.376,35 triliun. Sejalan dengan ekspansi kredit, perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) bank juga tumbuh 6,84% yoy menjadi Rp 1.496,3 triliun.

Berdasarkan hitungan Kontan.co.id, akumulasi dana murah (CASA) yang bersumber dari giro (Rp 455,48 triliun) dan tabungan (Rp 603,72 triliun) telah menopang mayoritas likuiditas dengan total mencapai Rp 1.059,2 triliun. Pertumbuhan dana murah ini ditandai oleh melesatnya nilai giro sebesar 22,64% yoy dan tabungan yang tumbuh 12,51% yoy. Sebaliknya, penempatan dana pada deposito justru menyusut 11,25% yoy menjadi Rp 437,09 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×