kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

PNM proyeksi pembiayaan senilai Rp 23 triliun tahun ini


Jumat, 22 November 2019 / 13:18 WIB


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis pembiayaan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM kepada perempuan pra-sejahtera semakin menanjak. Bahkan hingga November 2019 saja realisasi pembiayaan PNM sudah mencapai Rp 20,6 triliun. Padahal persero sudah merevisi target pembiayaan tahun ini.

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengatakan awalnya persero menargetkan penyalurkan pembiayaan senilai Rp 14 triliun. Melihat permintaan semakin deras, pinjaman direvisi menjadi Rp 16,6 triliun.

Baca Juga: BASF Indonesia dan PNM gelar pelatihan produksi sabun di Garut

Bahkan hingga akhir tahun, Arief memproyeksi pinjaman bisa menyentuh angka Rp 22 triliun hingga Rp 23 triliun.

Arief menyebut terdapat dua produk PNM yakni pembiayaan dan pemberdayaan masyarakat prasejahtera melalui Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).

Juga perkembangan produk Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) sebagai solusi pengembangan usaha bagi pelaku UMKM di tanah air.

“Adapun total pembiayaan Mekaar per hari ini sebanyak Rp 17,5 triliun dengan total outstanding mencapai Rp 10,6 triliun. Pembiayaan tersebut diberikan kepada 5,8 juta nasabah perempuan pra sejahtera pelaku usaha mikro. Nasabah Mekaar didampingi oleh 30.805 account officer (AO) atau tenaga pendamping lapangan yang tersebar di 2.169 kantor layanan di seluruh Indonesia,” ujar Arief di Jakarta pada Jumat (22/11).

Baca Juga: PNM akan menerbitkan obligasi Rp 1,35 triliun dengan bunga hingga 8,75%

Sedangkan untuk ULaMM, PNM mencatatkan penyaluran dari awwal tahun hingga saat ini sekitar Rp 3,1 triliun. Adapun akumulasi pembiayaan ULaMM mencapai sebesar 25,5 triliun, dengan nilai outstanding 6,7 triliun.

PNM memiliki 73.172 nasabah aktif ULaMM yang dilayani di 690 kantor layanan. Hingga saat ini PNM memiliki total asset Rp 24,8 triliun, dengan total liabilitas sebesar Rp 21,1 triliun, total ekuitas sebesar Rp 2,8 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×