kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Dana BRI dibobol, Polri turun tangan


Jumat, 23 Maret 2012 / 20:47 WIB
ILUSTRASI. Tenaga kesehatan melakukan perawatan terhadap pasien Covid-19


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

PONTIANAK. Kepolisian Negara Republik Indonesia akan membantu Kepolisian Resor Kota Pontianak untuk menangani kasus dugaan pembobolan dana Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Dana Bank BRI senilai Rp 8,9 miliar diduga digelapkan oleh karyawannya sendiri berinsial MGS. Kepala Kepolisian Resor Kota Pontianak, Komisaris Besar Muharrom Riyadi, Jumat (23/3/2012), mengatakan, supervisi dari penyidik Polri diperlukan agar penyidikan lebih terarah.

"Ini adalah salah satu kasus besar yang membutuhkan perhatian lebih sehingga supervisi dari Polri diperlukan agar penyidikan terarah dan akurat," kata Muharrom.

Kepolisian Resor Kota Pontianak (Polresta Pontianak) sudah memblokade lima rekening milik MGS dan istrinya. Namun, uang yang ada kurang dari Rp 100 juta dalam lima rekening itu.

"Fokus kami sekarang antara lain mengembalikan kerugian negara. Kami sedang menelusuri aset-aset tersangka yang mungkin langsung berpindah tangan begitu kasus ini terungkap," kata Muharrom. Dana BRI Unit Supadio itu digelapkan melalui kredit dan agunan fiktif yang dibuat oleh MGS. (Agustinus Handoko|Robert Adhi Ks/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×