kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Porsi dana mahal Bank Dinar mencapai 82%


Kamis, 17 Oktober 2013 / 13:49 WIB
ILUSTRASI. PT Link Net Tbk. Tribunnews/Jeprima


Reporter: Nina Dwiantika |

JAKARTA. Kelompok bank kecil berusaha meningkatkan perolehan likuiditas atau sumber dana pihak ketiga (DPK). Salah satunya adalah Bank Dinar Indonesia membidik DPK sebesar Rp 550 miliar sampai akhir tahun 2013.

Hendra Lie Direktur Utama Bank Dinar Indonesia mengatakan, per September 2013 simpanan masyarakat yang sudah dijaring sudah mencapai Rp 462 miliar. Nilai tersebut hanya tumbuh 11% dibandingkan posisi Juni 2013 senilai Rp 416 miliar.

"Sumber pendanaan kami mayoritas berasal dari deposito," kata Hendra, kepada KONTAN.

Memang, bank kecil lebih sulit mengumpulkan likuiditas melalui dana murah. Buktinya di Bank Dinar, komposisi dana mahal (deposito) mendominasi dengan porsi mencapai 82% atau setara dengan Rp 378 miliar, sedangkan dana murah (tabungan dan giro) hanya 17,5% atau senilai Rp 80 miliar.

Guna mencapai target peroleh DPK, Agustus 2013, bank tersebut membuka Kantor Cabang Pembantu yang berlokasi di Jl. Raya Barat Boulevard Blok LC 7 No 16 Jakarta Utara.

Ini merupakan Kantor Bank Dinar ke tujuh dan ekspansi Kantor ke tiga di tahun 2013, setelah Kantor Bank Dinar Pluit dan Mangga Dua yang sudah beraktivitas sejak bulan Februari 2013.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×