kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   52,00   0,29%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

Porsi SBI berkurang, bank pertebal investasi SUN


Rabu, 21 Maret 2012 / 09:51 WIB
ILUSTRASI. Wall Street ditutup menguat usai saham teknologi rebound


Reporter: Dyah Megasari |

JAKARTA. Kepemilikan bank umum di instrumen bank sentral yakni Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan SBI Syariah terus mencatat penurunan. Mengutip data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) Januari 2012 yang diterbitkan Bank Indonesia (BI).

Tercatat, kepemilikan bank umum di awal tahun 2012 mencapai Rp 107,64 triliun. Jika dibandingkan dengan posisi yang sama 2011, penempatan itu jauh lebih sedikit 24,99% dari Rp 143,51 triliun.

Bisa jadi, pengurangan ini merupakan reaksi atas kebijakan bank sentral yang lebih ketat menahan dana di SBI. Artinya pasar SBI tak sebebas sebelumnya. Ada indikasi aliran dana perbankan ini berpindah ke Surat Utang Negara (SUN).

Hal ini tergambar dari data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU). Posisi dana bank per Januari 2012 di pasar surat utang mencapai Rp 267,49 triliun. Lebih tinggi 19,41% dari waktu yang sama 2011 yakni Rp 224 triliun. Bahkan duit bank di pasar SUN per 19 Maret 2012 sudah bertambah lagi menjadi Rp 284,05 triliun.

Untuk mengatur likuiditas, bank akan mencari pasar yang lebih likuid. Dalam artian tak sulit keluar jika butuh dana mendesak selain mengejar return yang tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×