kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.160   30,00   0,18%
  • IDX 7.656   155,91   2,08%
  • KOMPAS100 1.062   24,64   2,38%
  • LQ45 763   16,35   2,19%
  • ISSI 276   4,10   1,51%
  • IDX30 407   7,74   1,94%
  • IDXHIDIV20 492   6,52   1,34%
  • IDX80 119   2,66   2,29%
  • IDXV30 137   1,56   1,15%
  • IDXQ30 130   2,01   1,57%

Porsi SBI berkurang, bank pertebal investasi SUN


Rabu, 21 Maret 2012 / 09:51 WIB
ILUSTRASI. Wall Street ditutup menguat usai saham teknologi rebound


Reporter: Dyah Megasari |

JAKARTA. Kepemilikan bank umum di instrumen bank sentral yakni Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan SBI Syariah terus mencatat penurunan. Mengutip data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) Januari 2012 yang diterbitkan Bank Indonesia (BI).

Tercatat, kepemilikan bank umum di awal tahun 2012 mencapai Rp 107,64 triliun. Jika dibandingkan dengan posisi yang sama 2011, penempatan itu jauh lebih sedikit 24,99% dari Rp 143,51 triliun.

Bisa jadi, pengurangan ini merupakan reaksi atas kebijakan bank sentral yang lebih ketat menahan dana di SBI. Artinya pasar SBI tak sebebas sebelumnya. Ada indikasi aliran dana perbankan ini berpindah ke Surat Utang Negara (SUN).

Hal ini tergambar dari data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU). Posisi dana bank per Januari 2012 di pasar surat utang mencapai Rp 267,49 triliun. Lebih tinggi 19,41% dari waktu yang sama 2011 yakni Rp 224 triliun. Bahkan duit bank di pasar SUN per 19 Maret 2012 sudah bertambah lagi menjadi Rp 284,05 triliun.

Untuk mengatur likuiditas, bank akan mencari pasar yang lebih likuid. Dalam artian tak sulit keluar jika butuh dana mendesak selain mengejar return yang tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×