kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.885   -103,00   -0,57%
  • IDX 6.111   -11,13   -0,18%
  • KOMPAS100 791   -1,98   -0,25%
  • LQ45 606   -2,01   -0,33%
  • ISSI 212   0,17   0,08%
  • IDX30 336   -1,42   -0,42%
  • IDXHIDIV20 427   0,66   0,15%
  • IDX80 90   -0,22   -0,24%
  • IDXV30 116   0,47   0,41%
  • IDXQ30 110   -0,07   -0,06%

Premi asuransi penjaminan melorot 34,6%


Senin, 04 Desember 2017 / 17:35 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku usaha asuransi umum sepertinya harus berpikir kembali untuk bisa memaksimalkan potensi bisnis dari maraknya pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan pemerintah. Pasalnya, capaian premi dari lini bisnis penjaminan justru melorot.

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, hingga bulan September kemarin premi yang masuk ke kantong industri dari lini usaha tersebut hanya mencapai Rp 909,6 miliar. Angka ini amblas 34,6% bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu yang sebesar Rp 1,39 triliun.

Direktur Eksekutif AAUI Achmad Dalimunthe menyebut penurunan premi secara signifikan ini di antaranya terjadi karena bisnis penjaminan, terutama surety bond untuk proyek infrastruktur tidak bisa dioptimalkan oleh pelaku industri.

Pasalnya, sejumlah proyek yang dikerjakan oleh kontraktor BUMN, telah mendapat fasilitas bank garansi dari pihak perbankan. "Sehingga persaingannya makin ketat," kata dia belum lama ini.

Di sisi lain, persaingan pun dihadapi dengan industri penjaminan kredit. Soalnya, industri ini juga punya beberapa produk yang beririsan dengan produk suretyship yang dijajakan oleh perusahaan asuransi kerugian.

Bahkan menurut Achmad, karena persaingan yang makin ketat, beberapa pemain pun kini disebutnya tak lagi fokus berbisnis di lini asuransi penjaminan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×