kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.147   17,00   0,10%
  • IDX 7.661   160,57   2,14%
  • KOMPAS100 1.063   25,64   2,47%
  • LQ45 764   17,43   2,34%
  • ISSI 277   5,34   1,96%
  • IDX30 406   6,58   1,65%
  • IDXHIDIV20 491   4,90   1,01%
  • IDX80 119   2,77   2,39%
  • IDXV30 137   1,21   0,90%
  • IDXQ30 130   1,57   1,23%

Premi Reasuransi Tumbuh 6,9% per Februari 2026


Selasa, 14 April 2026 / 10:02 WIB
Premi Reasuransi Tumbuh 6,9% per Februari 2026
ILUSTRASI. 8 dari 9 Reasuransi Telah Penuhi Ekuitas Minimum Tahap Pertama untuk 2026 (KONTAN/Ferry Saputra)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pendapatan premi industri reasuransi mencapai sebesar Rp 5,84 triliun hingga Februari 2026 atau tumbuh 6,90% secara tahunan (YoY).

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono menyebutkan, pertumbuhan premi tersebut mencerminkan aktivitas penjaminan risiko yang masih terjaga di industri reasuransi.

Baca Juga: OJK Perkuat Pengawasan dan Tata Kelola untuk Tekan Fraud Klaim Asuransi Kesehatan

Selain premi, total aset perusahaan reasuransi tercatat sebesar Rp 43,53 triliun atau relatif stabil dengan sedikit penurunan 0,3% YoY. Adapun nilai klaim reasuransi tercatat sebesar Rp 1,90 triliun atau menurun 19,55% YoY.

“Penurunan klaim ini mencerminkan adanya perbaikan profil risiko serta pengelolaan klaim yang semakin baik di industri reasuransi,” tulis Ogi dalam lembar jawaban tertulis OJK, Kamis (9/4/2026).

Secara total, pendapatan premi asuransi umum dan reasuransi mencapai Rp 29,98 triliun per Februari 2026 atau tumbuh 7,41% secara tahunan (YoY).

Dari sisi permodalan, Risk Based Capital (RBC) asuransi umum dan reasuransi tercatat sebesar 327,98%, masih jauh di atas ambang batas minimum yang ditetapkan yakni sebesar 120%.

Sebagai tambahan informasi, aset industri asuransi per Februari 2026 mencapai sebesar Rp 1.219,35 triliun atau tumbuh 6,80% YoY.

Baca Juga: Bisnis Asuransi Kendaraan Listrik Masih Prospektif, Ini Pendorongnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×