Reporter: Ade Priyatin | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek asuransi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia dinilai kian menjanjikan.
Per Maret 2026, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat sebanyak 61.271 unit mobil dijual dari pabrik ke dealer atau wholesale. Jumlah ini terkoreksi dibandingkan capaian penjualan pada Maret 2025 sebanyak 71.099 unit.
Pengamat Asuransi, Irvan Rahardjo mengatakan bahwa bisnis asuransi kendaraan EV saat ini masih berpeluang tumbuh.
"Peminatnya tinggi karena kesadaran dan risiko baterai mahal dan teknologi canggih," katanya kepada Kontan, Senin (13/4/2026).
Baca Juga: POJK RBB Baru Ubah Arah Bisnis Bank, Ini Kata Sejumlah Ekonom
Menurutnya, peluang ini tumbuh karena adanya kesadaran masyarakat akan risiko yang melekat pada teknologi tersebut, terutama mahalnya biaya komponen utama seperti baterai.
Meski begitu, ia tetap mencermati adanya tantangan pada segmen asuransi ini. Salah satunya adalah tarif premi yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan kendaraan konvensional.
Hal ini tidak terlepas dari tingginya potensi nilai klaim, khususnya terkait kerusakan baterai dan sistem kelistrikan yang kompleks.
Sejalan dengan itu, Irvan menekankan pentingnya nasabah untuk mencermati cakupan perlindungan sebelum memilih produk asuransi kendaraan EV. Antara lain adalah perlindungan terhadap baterai dari risiko kerusakan, korsleting, degradasi, dan risiko saat proses pengisian daya.
Baca Juga: OJK: Musim Haji 2026 Jadi Sentimen Positif Premi Asuransi Perjalanan
Selain itu, penting bagi nasabah untuk memilih produk yang menyediakan layanan darurat 24 jam seperti towing khusus kendaraan listrik, ketersediaan bengkel bersertifikasi resmi, reputasi dan potensi klaim yang positif, hingga pastikan ada perluasan jaminan Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga.
Di sisi lain, Irvan juga berpendapat agar perusahaan asuransi bisa mengakomodasi kebutuhan tersebut melalui perluasan jaminan pada produk kendaraan bermotor yang sudah ada.
Perluasan jaminan itu mencakup perlindungan terhadap kerusakan baterai akibat kecelakaan atau banjir, risiko kelistrikan saat pengisian daya, hingga tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga.
"Jaminan ini krusial mengingat komponen EV rumit dan mahal,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












