kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   20.000   0,73%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Prudential Dorong Transformasi Asuransi Kesehatan Berbasis AI


Jumat, 29 Mei 2026 / 20:33 WIB
Prudential Dorong Transformasi Asuransi Kesehatan Berbasis AI
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di Kantor Prudential, Jakarta (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Artificial Intelligence (AI) berkembang pesat dan mulai mengubah berbagai industri, termasuk kesehatan dan asuransi. Di tengah meningkatnya biaya dan kompleksitas layanan kesehatan, AI dipandang mampu membantu memberikan layanan yang lebih cepat, personal, dan terintegrasi, serta mendukung pengambilan keputusan kesehatan dan finansial secara lebih proaktif.

Di Indonesia, masih banyak tantangan dalam akses layanan kesehatan. Studi Economist Impact yang didukung Prudential menunjukkan 55% pasien kesulitan memilih layanan kesehatan yang tepat, menghadapi waktu tunggu lama, proses pembayaran rumit, dan kekhawatiran biaya sehingga menunda pengobatan.

Selain itu, 55% responden merasa kurang informasi untuk mengambil keputusan medis, dan hampir 40% sudah mulai menggunakan platform digital termasuk AI untuk mencari panduan kesehatan.

Kondisi ini menunjukkan kebutuhan akan layanan kesehatan dan perlindungan yang lebih mudah diakses, personal, dan proaktif. Karena itu, Prudential Indonesia melihat AI sebagai bagian penting dalam transformasi layanan yang lebih berpusat pada kebutuhan nasabah.

Baca Juga: Prudential Siapkan Strategi Tekan Dampak Inflasi Medis pada Asuransi Kesehatan

Vikas Sinha, Vice President Director Prudential Indonesia, mengatakan kecerdasan buatan (AI) membuka peluang bagi industri asuransi untuk bertransformasi dari model perlindungan yang reaktif menjadi lebih preventif dan personal. 

“Tujuan Prudential Indonesia bukan hanya hadir saat nasabah sakit, tetapi juga mendampingi ketika mereka sehat agar dapat mengambil langkah pencegahan lebih dini untuk meningkatkan hasil kesehatan dan finansial,” kata Vikas dalam Asian Banking & Finance and Insurance Asia Summit – Indonesia 2026 dikutip Jumat (29/5/2026).

Prudential menilai AI dapat membantu menganalisis pola kesehatan dan gaya hidup nasabah, sehingga risiko dapat terdeteksi lebih awal. Dengan deteksi dini, masyarakat memiliki kesempatan melakukan pencegahan sebelum kondisi memburuk, sekaligus berpotensi menekan beban biaya kesehatan jangka panjang. Seluruh pemanfaatan data dilakukan dengan persetujuan nasabah dan tata kelola yang ketat.

Sebagai bagian dari transformasi digital, kata Vikas, Prudential Indonesia menghadirkan PRUConcierge, layanan berbasis AI yang membantu nasabah memperoleh informasi dan navigasi layanan kesehatan, termasuk panduan second medical opinion. Layanan ini dirancang untuk menjawab kebingungan masyarakat dalam menentukan fasilitas dan tenaga medis yang sesuai. 

Baca Juga: BI Naikkan Yield SRBI, Prudential Kaji Ulang Penempatan SRBI Dalam Portofolio

Perusahaan juga mengembangkan PRUServices sebagai platform digital nasabah, serta chatbot AI untuk membantu mitra bisnis dan calon nasabah mengakses informasi polis, transaksi, dan produk secara lebih cepat.

Di sisi pengembangan ekosistem, Prudential juga mendorong literasi AI, termasuk melalui kunjungan mahasiswa Warwick University pada April 2026 untuk mempelajari penerapan AI di industri asuransi, peluang generative AI, serta batasannya dalam praktik bisnis.

Pemanfaatan AI juga diterapkan pada layanan kesehatan, termasuk skrining kanker payudara bekerja sama dengan MRCCC Siloam Hospitals Semanggi dan Siemens Healthineers pada 2025.

Program ini menyediakan 1.000 skrining gratis dengan teknologi AI-enabled 3D mammography. Inisiatif tersebut kemudian berlanjut dengan peluncuran Asuransi Jiwa PRULady pada 21 Mei 2026 yang mengintegrasikan edukasi, pengingat pemeriksaan, layanan berbasis AI, dan perlindungan finansial.

Vikas menegaskan AI menghadirkan customer journey yang lebih personal dan proaktif, namun tetap membutuhkan sentuhan manusia dalam layanan asuransi yang berbasis kepercayaan. Ia juga menekankan pentingnya perlindungan data pribadi, kepatuhan terhadap regulasi PDP, serta transparansi dalam pemanfaatan teknologi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×