Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan asuransi jiwa PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) membukukan laba setelah pajak sebesar Rp 2,4 triliun pada 2025
Chief Financial Officer Prudential Indonesia, Adit Trivedi menjelaskan bahwa angka tersebut meningkat 44% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,7 triliun. Adapun laba tersebut telah memperhitungkan penerapan standar akuntansi PSAK 117.
“Ada beberapa faktor terkait pertumbuhan laba. Pertama, kinerja investasi yang kuat. Kedua, pendekatan yang disiplin dalam pengelolaan biaya," ujarnya usai ditemui dalam konferensi pers Prudential Indonesia di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Baca Juga: Prudential Indonesia Kantongi Premi Rp 21,1 Triliun, Produk Tradisional Tumbuh 16%
Sejalan dengan pertumbuhan laba, Prudential Indonesia juga mencatat total aset sebesar Rp 64,3 triliun pada 2025, meningkat 11% dibandingkan Rp 58 triliun pada tahun sebelumnya. Adapun total aset investasi termasuk PAYDI tercatat mencapai Rp 54,5 triliun atau tumbuh 6% secara tahunan.
Dari sisi permodalan, tingkat solvabilitas atau risk based capital (RBC) Prudential Indonesia mencapai 466% pada 2025. Angka tersebut jauh di atas ketentuan minimum yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120%.
Untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan, Prudential Indonesia berupaya\ memperkuat portofolio produk dan layanan perlindungan. Sepanjang 2025, perusahaan meluncurkan Asuransi Jiwa PRUSmart Plan yang menawarkan manfaat perlindungan jiwa dengan proses pengajuan yang lebih sederhana.
Baca Juga: Prudential Beberkan Sejumlah Faktor yang Bisa Pengaruhi Kinerja Unitlink pada 2026
Selain itu, Prudential Indonesia juga menghadirkan Asuransi Kesehatan PRUSehat guna menjawab kebutuhan perlindungan kesehatan yang lebih terjangkau dan relevan, khususnya bagi generasi muda.
Di sisi layanan kesehatan, Prudential Indonesia memperluas jaringan PRUPriority Hospitals menjadi lebih dari 1.700 rumah sakit yang tersebar di lebih dari 500 kota dan kabupaten di Indonesia, termasuk rumah sakit vertikal yang berafiliasi dengan Kementerian Kesehatan.
"Perusahaan juga membentuk Prudential Medical Advisory Board untuk mendukung proses klaim yang lebih objektif, adil, dan transparan sekaligus menjaga kualitas layanan kepada nasabah," lanjutnya.
Baca Juga: Prudential Nilai Volatilitas Pasar Modal Bisa Pengaruhi Kinerja Unitlink Saham
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












