kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

QNB Indonesia menanggung rugi Rp 789 miliar di akhir 2017


Selasa, 20 Februari 2018 / 14:43 WIB
ILUSTRASI. Layanan Bank QNB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank QNB Indonesia Tbk mencatat kerugian Rp 789 miliar selama 2017. Kerugian ini lebih dalam dibandingkan periode 2016 yang sebesar Rp 650 miliar.

Kerugian ini disebabkan karena dua faktor. Pertama karena pendapatan bunga bersih yang mengalami penurunan 51,7% year on year menjadi Rp 249 miliar.

Pendapatan bunga bersih yang turun ini karena kredit yang mengalami penurunan 23% yoy menjadi Rp 14,02 triliun.

Penyebab kedua, kenaikan biaya operasional sebesar 8,49% menjadi Rp 1,7 trliun.

Untuk mengurangi beban, bank yang berinduk QNB Group asal Qatar ini tahun lalu menjual kredit macet ke pihak ketiga, yang masih terafiliasi pemegang saham. Dengan langkah tersebut, QNB Indonesia berhasil membabat non-performing loan (NPL) menjadi 1,85% di akhir 2017, dari sebelumnya 6,86% di tahun 2016. 

Meski demikian, aset bank tercatat meningkat dari Rp 24,37 triliun pada 2016 menjadi Rp 24,64 triliun pada akhir 2017.

Windiartono Tabingin Direktur QNB Indonesia menjelaskan, penurunan penyaluran kredit terjadi karena adanya penjualan kredit bermasalah dan kredit berkualitas rendah. Di sisi lain, peluasan kredit lebih tinggi dibanding pertumbuhan kredit baru.

"Kami juga menghapus buku kredit, pengambil alihan agunan dan pelunasan kredit yang dipercepat oleh debitur," kata Windiartono dalam keterangan tertulis, Senin (19/2).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×