kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Resmikan Bank Syariah Indonesia, Jokowi optimistis ekonomi syariah bisa tumbuh cepat


Senin, 01 Februari 2021 / 14:55 WIB
ILUSTRASI. Pekerja menutup logo bertuliskan Bank Syariah Indonesia di Jakarta. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo meresmikan Bank Syariah Indonesia (BSI) di Istana Negara. Peresmian tersebut dinilai menjadi sejarah bagi perkembangan ekonomi syariah di Indonesia. 

Indonesia dinilai bisa menjadi negara yang terdepan dalam mengembangkan ekonomi syariah.

"Sudah sewajarnya Indonesia menjadi salah satu negara yang terdepan dalam hal perkembangan ekonomi syariah," ujar Jokowi saat peresmian di Istana Negara, Senin (1/2).

Jokowi bilang Indonesia memiliki potensi dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia. Saat ini Indonesia menempati peringkat keempat the state of global islamic economy indicator report.

Baca Juga: Bank Syariah Indonesia resmi beroperasi hari ini, simak prospek bank syariah ke depan

Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2018 yang mencatat Indonesia di peringkat 10. 
Jokowi juga bilang, perkembangan ekonomi syariah juga bisa dilihat dari stabilnya kinerja bank syariah di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Bahkan Jokowi menyebut kinerja bank syariah melampaui bank konvensional. Hal itu yang membuat Jokowi optimis ekonomi syariah di Indonesia akan terus tumbuh.

"Saya meyakini insyaAllah  bahwa ekonomi syariah Indonesia akan tumbuh sangat cepat," terang Jokowi.

Selanjutnya: Bank Syariah Indonesia (BRIS) resmi terbentuk, bagaimana efeknya ke IKNB syariah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×