kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   20.000   0,73%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Rupiah Melemah, Adira Finance Terapkan Hedging Penuh Demi Lindungi Utang Rp 4,7 T


Jumat, 29 Mei 2026 / 18:19 WIB
Rupiah Melemah, Adira Finance Terapkan Hedging Penuh Demi Lindungi Utang Rp 4,7 T
ILUSTRASI. Pembiayaan Motor (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS mendorong perusahaan multifinance memperkuat strategi pengelolaan utang valuta asing (valas). Salah satunya dilakukan oleh PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) dengan menerapkan lindung nilai penuh atau fully hedge.

Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan, per Maret 2026 outstanding utang offshore perusahaan tercatat sekitar Rp 4,7 triliun. Nilai tersebut turun sekitar 6% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kami selalu melakukan lindung nilai keseluruhan atau fully hedge atas semua pinjaman luar negeri yang diterima perusahaan,” ujar Gani kepada Kontan, Jumat (29/5/2026).

Baca Juga: Bisnis Hedging Bank Berpotensi Terus Meningkat di Tengah Pelemahan Rupiah

Menurut dia, strategi lindung nilai tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas biaya pendanaan perusahaan di tengah tekanan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Dengan skema tersebut, perusahaan dapat meminimalkan dampak volatilitas kurs terhadap kewajiban valas.

Gani mengungkapkan, perusahaan menggunakan instrumen cross currency swap untuk seluruh pinjaman luar negeri yang diterima. Langkah tersebut dilakukan untuk memitigasi risiko fluktuasi nilai tukar.

“Kami menggunakan cross currency swap dengan tujuan lindung nilai atas risiko fluktuasi yang ditimbulkan oleh kurs mata uang dan tingkat suku bunga pinjaman,” lanjutnya.

Dengan penerapan hedging secara penuh, lanjut Gani, strategi tersebut membuat perusahaan terhindar dari potensi kerugian akibat pelemahan nilai tukar rupiah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×