Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah dalam tren pelemahan, salah satunya dipengaruhi sentimen perang di Timur Tengah.
Rupiah spot dibuka melemah pada perdagangan Rabu (4/3/2026) pagi. Pukul 09.11 WIB, rupiah spot ada di level Rp 16.922 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,29% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.872 per dolar AS.
Deputy Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyatakan bahwa, pihaknya akan terus hadir di pasar dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar untuk mencegah dampak dari meluasnya konflik Timur Tengah.
Menurutnya, intervensi yang tegas dan konsisten akan terus dilakukan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai dengan pembelian SBN di pasar sekunder.
Baca Juga: Penyaluran Pinjaman Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Rp 980 Miliar per Januari 2026
“Pelemahan rupiah masih aligned dengan regional, secara MTD melemah 0,51%, relatif lebih baik dibandingkan regional,” tutur Destry dalam keterangannya, Rabu (4/2/2026).
Adapun BI juga mencatat bahwa cadangan devisa tetap terjaga di level US$ 154,6 miliar pada akhir Januari 2026 dan arus masuk modal asing di pasar keuangan domestik selama tahun 2026 tercatat sejumlah Rp 25,7 triliun.
Sebelumnya, Analis Mata Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah masih dipengaruhi sentimen perang di Timur Tengah. Ia menyebut bahwa Perang udara AS dan Israel terhadap Iran meluas pada hari Senin dengan Israel menyerang Lebanon dan Iran membalas dengan serangan terhadap infrastruktur energi di negara-negara Teluk dan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz.
Baca Juga: Fuji Finance (FUJI) Catat Laba Rp 8,35 Miliar pada 2025
“Kapal tanker dan kapal kontainer juga menghindari jalur air tersebut karena perusahaan asuransi telah membatalkan pertanggungan mereka untuk kapal-kapal tersebut,” ujar Ibrahim, Selasa (3/3/2026).
Ibrahim mengatakan, kekhawatiran tentang transit di jalur air tersebut meningkat setelah media Iran melaporkan bahwa seorang pejabat senior Garda Revolusi Iran mengatakan Selat Hormuz ditutup. Iran juga memperingatkan akan menembak kapal mana pun yang mencoba melewatinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













