kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45995,71   -11,93   -1.18%
  • EMAS988.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Saham-saham Teknologi Rontok, Begini Nasib Investasi Modal Ventura


Minggu, 22 Mei 2022 / 08:25 WIB
Saham-saham Teknologi Rontok, Begini Nasib Investasi Modal Ventura
ILUSTRASI. Mandiri Capital Indonesia (MCI)


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa waktu terakhir, perusahaan sektor teknologi menjadi sorotan akibat harga saham terperosok yang cukup dalam. Sepanjang tahun ini saja, indeks IDX sektor teknologi sudah ambles 16,34% ke posisi 7.865,62.

Padahal, investasi di perusahaan sektor teknologi atau yang memiliki pendekatan teknologi digadang-gadang memiliki prospek yang baik dalam jangka panjang. Tak terkecuali, investor semacam modal ventura pun juga banyak menempatkan dananya di sektor ini.

Contohnya, Mandiri Capital Indonesia (MCI) yang memiliki portofolio di beberapa emiten sektor teknologi. Salah satunya, berinvestasi pada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang memiliki kapitalisasi jumbo, namun harga saham perusahaan tersebut telah anjlok 10,06% dari harga IPO yang digelar tahun ini. Per Jumat (20/5), harga saham GOTO berada di level Rp 304 per saham.

Tak hanya itu, MCI juga memiliki portofolio investasi di PT Bukalapak.com. (BUKA). Sayangnya, saham BUKA pun tak luput dari koreksi. Sepanjang tahun ini, saham BUKA pun sudah turun 25,47%.

Baca Juga: Begini Strategi BNI Pasca Dirikan Modal Ventura dan Akuisisi Bank Mayora

Chief Investment Officer MCI Dennis Pratistha mengatakan, saat ini MCI pun masih belum mengalami rugi atas investasinya di portofolio-portofolio tersebut. Bukan tanpa alasan, Dennis bilang investasi mereka sudah sejak pendanaan tahap awal.

“Kami masuk cukup early, jadi bagi kami masih untung,” ujar Dennis kepada Kontan.co.id, akhir pekan ini.

Ia pun mengatakan bahwa selama pihaknya dalam berinvestasi selalu dalam jangka panjang. Dengan demikian, Dennis bilang pihaknya tak terburu-buru untuk keluar dalam investasinya.

“Keluar atau tidak, kami tunggu market yang tepat, saat ini sedang tidak,” imbuhnya.

Dennis menambahkan, salah satu keadaan yang bakal membuat MCI melepas investasinya ketika kinerja maupun strategi perusahaan sudah tidak sesuai dengan ekspetasi MCI.

Pasalnya, sampai saat ini, Dennis melihat perusahaan-perusahaan di sektor teknologi masih memiliki prospek yang bagus ke depannya. Mengingat, saat ini sektor teknologi sudah menjadi bagian dalam keseharian hidup masyarakat.

Baca Juga: BNI Modal Ventura Mesin Inovasi Teknologi Grup BNI

Tak hanya MCI, perusahaan modal ventura lainnya, MDI Ventures juga memiliki portofolio pada emiten, PT Global Sukses Solusi Tbk, penyedia software RUN System. Sahamnya pun juga turun 15,83% sepanjang tahun ini.

Vice President of Investments MDI Ventures Aldi Adrian pun sempat mengungkapkan bahwa dalam berinvestasi, naik turunnya kinerja portofolio sudah menjadi hal biasa. ia mencontohkan ada beberapa startup yang dari sisi kinerja tak mampu memenuhi ekspetasi perusahaan.

Meskipun demikian, Aldi pun menjelaskan ada beberapa kebijakan yang dilakukan untuk menangani startup-startup yang kurang berkembang tersebut. Hal tersebut tergantung dengan situasi internal dari startup itu sendiri.

Semisal, startup yang tidak berkembang ini dinilai masih mampu untuk dibenahi, maka timnya pun bakal turun tangan untuk mengubah strategi. Sebaliknya, jika memang dari founder startup tersebut merasa sudah tidak mampu lagi, ada dua pilihan yang bakal dilakukan oleh MDI Ventures diantaranya menjualnya atau melakukan likuidasi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×