Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Imbal hasil atau yield obligasi mengalami kenaikan yang salah satunya disebabkan sentimen perang Timur Tengah dan penurunan outlook Indonesia. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menilai kenaikan yield obligasi dapat berdampak positif bagi investasi asuransi jiwa.
"Kenaikan yield obligasi, tentunya dampaknya itu positif. Artinya, kenaikan investasi menjadi lebih baik lagi," ungkap Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo saat konferensi pers AAJI di Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2026).
Albertus menyampaikan apabila memungkinkan asuransi jiwa menempatkan investasi baru pada obligasi, tentu bisa berdampak positif bagi hasil investasi.
"Kalau yield obligasi naik, tentunya kalau ada premi baru dan liabilitas kemudian berinvestasi di sana, yieldnya akan lebih baik. Hasil investasi lebih baik lagi," tuturnya.
Baca Juga: Naik 9%, Total Investasi Asuransi Jiwa Mencapai Rp 540,57 Triliun pada 2025
Menurut Albertus, penempatan investasi di obligasi bagi asuransi jiwa masih berpeluang terjadi ke depannya. Sebab, instrumen obligasi, seperti Surat Berharga Negara (SBN), menjadi instrumen utama penopang investasi industri sejauh ini.
Meski demikian, Albertus menilai industri asuransi jiwa pada dasarnya menerapkan prinsip investasi yang prudensial, mengedepankan jangka panjang, diversifikasi, serta matching antara liability dengan aset. Dengan demikian, penyesuaian investasi perlu menerapkan beberapa prinsip tersebut dan tak serta-merta langsung menentukan penyesuaian begitu saja.
Baca Juga: AAJI: Industri Asuransi Jiwa Bayar Klaim Rp 146,73 Triliun pada 2025
"Melalui prinsip itu, perusahaan asuransi bisa selalu memenuhi kewajiban kepada para pemegang polis asuransi. Itu prinsip-prinsip dipegang," kata Albertus.
Asal tahu saja, SBN masih menjadi pilihan utama instrumen investasi bagi industri asuransi jiwa. Berdasarkan data AAJI, penempatan investasi industri di instrumen SBN pada 2025 mencapai Rp 248,25 triliun. Nilainya meningkat 20,9%, jika dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya.
SBN berkontribusi sebesar 42% terhadap total investasi industri pada 2025 yang mencapai Rp 540,57 triliun pada 2025. Adapun nilai total investasi industri meningkat 9%, jika dibandingkan pencapaian pada tahun sebelumnya.
Baca Juga: AAJI Mencatat Total Polis Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 9% Sepanjang 2025
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













