kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Saling membajak pegawai di kredit mikro


Sabtu, 24 Mei 2014 / 10:00 WIB
ILUSTRASI. Warga menggunakan transportasi umum Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta di Stasiun Bundaran HI, Jakarta.


Reporter: Nina Dwiantika, Adhitya Himawan | Editor: Dessy Rosalina

SEDIKIT berbeda dengan bisnis perbankan lain, kredit mikro mengandalkan ribuan orang tenaga daerah untuk mengucurkan pinjaman. Sebab, pendekatan personal merupakan kunci penyaluran kredit mikro. Persaingan bisnis mikro semakin ketat karena saling membajak pegawai.

"Tenaga kerja mikro Bank Mandiri paling banyak dibajak oleh bank lain, mayoritas sales," klaim Maswar Purnama, SVP Micro Network Development Group Bank Mandiri, Jumat (23/5). Mandiri merekrut tenaga sales mikro sebanyak 2.000 per tahun.

Fenomena bajak-membajak pegawai juga terlontar dari penguasa pasar kredit mikro, Bank Rakyat Indonesia (BRI). "Memang ada tenaga pengawas mikro BRI yang pindah ke bank lain. BRI tidak tergantung kepada perseorangan," ujar Budi Satria, Sekretaris Perusahaan BRI.

Anika Faisal, Direktur Kepatuhan Bank Tabungan Pesiunan Nasional (BTPN), mengatakan, pertumbuhan kredit mikro memang berdampak terhadap tingginya permintaan tenaga ahli. "Ini risiko bisnis yang telah kami antisipasi sejak awal. Saat ini, turn over karyawan masih wajar," jelas Anika. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×