kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Salurkan kredit sektor keuangan berkelanjutan Rp 143,1 T, BCA sasar semua sub sektor


Selasa, 07 Desember 2021 / 10:35 WIB
Salurkan kredit sektor keuangan berkelanjutan Rp 143,1 T, BCA sasar semua sub sektor
ILUSTRASI. Layanan digital Bank Central Asia (BCA).


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk terus menyalurkan kredit kepada sektor-sektor berkelanjutan yang naik 25,6% YoY menjadi Rp143,1 triliun per kuartal ketiga 2021. Direktur Keuangan Bank Central Asia (BCA) Vera Eve Lim bilang nilai ini terdiri dari sektor UMKM sebesar Rp 81,9 Triliun.

Juga Non UMKM senilai Rp 61,2 triliun mencakup sumber daya alami dan penggunaan lahan berkelanjutan, transportasi ramah lingkungan, energi terbarukan, eco-efficient product, dan sektor hijau lainnya.

“Ke depan, prospek kredit berkelanjutan BCA di tahun 2022 cukup baik dan masih banyak peluang pembiayaan ke sektor ekonomi hijau. Tidak ada sektor khusus yang dibidik, BCA membuka kesempatan untuk pembiayaan ke seluruh sektor ekonomi hijau,” paparnya kepada Kontan.co.id pada Senin (6/12).

Ia menyatakan BCA mengapresiasi upaya dan kebijakan pemerintah dalam mendukung tumbuh kembang ekonomi hijau di Indonesia. Ia menyatakan BCA berkomitmen mendukung upaya Pemerintah dalam rangka menumbuhkembangkan ekonomi hijau.

Baca Juga: Bank Mandiri catat pertumbuhan 19,36% yoy pembiayaan sektor berkelanjutan

“Kami mencermati bahwa sustainable finance memiliki dampak langsung dan tidak langsung terhadap berbagai inisiatif dan kegiatan yang mempromosikan perubahan iklim, di antaranya pengurangan emisi serta sektor-sektor usaha yang mengedepankan ekonomi berkelanjutan,” katanya.

Asal tahu saja, Bank Indonesia (BI) memberikan insentif pembiayaan ke sektor ramah lingkungan ini di 2022. Asisten Gubernur sekaligus Kepala Departemen Makroprudensial BI Juda Agung mengatakan, setidaknya ada beberapa sektor yang disasar oleh kebijakan sektor hijau.

Ini sejalan dengan meningkatnya permintaan pembiayaan oleh perusahaan non hijau di dalam negeri. Sebab BI melihat telah terjadi penurunan Utang Luar Negeri (ULN) dari korporasi Indonesia.

Terlebih, International Finance Corporation merilis data transisi penggunaan brown energy atau penggunaan sumber energi yang menimbulkan polusi kepada energi hijau berpotensi membawa investasi hijau di Indonesia hingga mencapai US$ 458 miliar atau sekitar Rp6.300 triliun.

Baca Juga: BRI telah salurkan kredit ke sektor keuangan berkelanjutan sebesar Rp 607,7 triliun

Penyaluran kredit keuangan berkelanjutan di dalam negeri terus meningkat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total pembiayaan berkelanjutan sebesar US$ 55,9 miliar atau setara Rp 809,75 triliun.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, hampir 50% bank di Indonesia yang mewakili 91% dari total aset pasar perbankan Indonesia menunjukkan komitmen yang meningkat dalam penerapan keuangan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×