kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.345.000 -0,88%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

BRI telah salurkan kredit ke sektor keuangan berkelanjutan sebesar Rp 607,7 triliun


Selasa, 07 Desember 2021 / 09:01 WIB
BRI telah salurkan kredit ke sektor keuangan berkelanjutan sebesar Rp 607,7 triliun
ILUSTRASI. Laporan Kinerja Keuangan BRI Triwulan III tahun 2021 secara virtual di Jakarta, Rabu (27/10).


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) terus menyalurkan kredit sektor keuangan berkelanjutan. Sekretaris Perusahaan BRI Aestika Oryza Gunarto menyatakan BRI menyalurkan kredit ke sektor sustainable business financing sebesar Rp607,7 triliun.

Nilai itu setara dengan 65,3% dari seluruh total penyaluran kredit BRI. Pencapaian ini meningkat 9,1% year on year (yoy) dari posisi yang sama tahun lalu senilai Rp 557,2 triliun atau 63,5% dari total kredit.

"Apabila dirinci, penyaluran sustainable business financing BRI senilai Rp 607,7 triliun didominasi oleh penyaluran kredit kepada UMKM senilai Rp 522,2 triliun, penyaluran kredit kepada pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan yang berkelanjutan senilai Rp 39,1 triliun serta penyaluran kredit kepada renewable energy sebesar Rp 18,6 triliun," ujar Aestika kepada Kontan.co.id pada Senin (6/12).

Baca Juga: Bank terus memacu pembiayaan sindikasi

Lanjut ia, pengembangan energi hijau ini akan terus meningkat seiring dengan makin meningkatnya kepercayaan dunia internasional akan proyeksi positif pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang.

BRI akan terus meningkatkan porsi sustainable business financing sebagai wujud dari bank yang bertanggung jawab dan mengarah kepada resiliensi BRI menghadapi isu-isu perubahan iklim dan risiko transisi.

"BRI akan terus memberikan dukungan kepada pengembangan sektor-sektor ekonomi prioritas yaitu sektor-sektor yang memiliki multiplier effect tinggi seperti energi, pertanian, industri pengolahan, infrastruktur, serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta menyediakan akses keuangan bagi seluruh masyarakat termasuk yang berada di daerah terpencil," paparnya.

Bank Indonesia (BI) memberikan insentif pembiayaan ke sektor ramah lingkungan ini di 2022. Asisten Gubernur sekaligus Kepala Departemen Makroprudensial BI Juda Agung mengatakan, setidaknya ada beberapa sektor yang disasar oleh kebijakan sektor hijau.

Ini sejalan dengan meningkatnya permintaan pembiayaan oleh perusahaan non hijau di dalam negeri. Sebab BI melihat telah terjadi penurunan Utang Luar Negeri (ULN) dari korporasi Indonesia.

Baca Juga: Sasar milienial, BRI rilis kartu kredit dalam platform uang elektronik OVO

Terlebih, International Finance Corporation merilis data transisi penggunaan brown energy atau penggunaan sumber energi yang menimbulkan polusi kepada energi hijau berpotensi membawa investasi hijau di Indonesia hingga mencapai US$ 458 miliar atau sekitar Rp6.300 triliun.

Penyaluran kredit keuangan berkelanjutan di dalam negeri terus meningkat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total pembiayaan berkelanjutan sebesar US$ 55,9 miliar atau setara Rp 809,75 triliun.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan hampir 50% bank di Indonesia yang mewakili 91% dari total aset pasar perbankan Indonesia menunjukkan komitmen yang meningkat dalam penerapan keuangan berkelanjutan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×